SURUH, TRENGGALEK - Sekitar 70 anggota PSHT Ranting Suruh bersama warga Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, bergotong royong membangun jembatan gantung yang menjadi akses penting penghubung aktivitas ekonomi masyarakat.
Jembatan yang dibangun tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda, yang dirancang untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperlancar mobilitas warga antar desa.
Ketua PSHT Ranting Suruh, Heru, mengatakan keterlibatan puluhan anggotanya menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin hadir dan bermanfaat, salah satunya melalui gotong royong pembangunan jembatan ini,” ujar Heru Jatmiko.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas warga, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap jembatan ini bisa memperlancar aktivitas warga, terutama dalam mendukung perekonomian masyarakat Desa Mlinjon,” tambahnya.
Berdasarkan data pembangunan, Jembatan Perintis Garuda di Desa Mlinjon memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar 1,2 meter, yang disesuaikan dengan kondisi geografis setempat agar aman dilalui pejalan kaki maupun kendaraan ringan.
Jembatan ini juga dirancang menghubungkan Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, dengan Desa Timahan, Kecamatan Kampak, yang selama ini terpisah akses dan harus ditempuh melalui jalur lebih jauh.
Gotong royong yang melibatkan warga dan anggota PSHT tersebut berlangsung sejak tahap awal, mulai dari pengangkutan material hingga proses pembangunan konstruksi jembatan.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi salah satu upaya membuka akses wilayah pedesaan agar mobilitas warga lebih lancar dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara bertahap.
Kehadiran puluhan anggota PSHT Ranting Suruh dalam kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan antara organisasi masyarakat dan warga desa dalam membangun infrastruktur secara swadaya.
"Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan sosial antara warga dan organisasi masyarakat di tingkat desa. Selain kegitan demikian kami juga rutin melakukan bersih-bersih lingkungan seta bakti social," katanya.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz




















