TRENGGALEK – Warga Dusun Gading, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, selama ini kesulitan mendapatkan air bersih karena hanya bergantung pada satu sumber kecil di lereng gunung yang dikenal dengan sebutan “Sumber Tangis”.
Kondisi tersebut mendorong Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Trenggalek bersama LAZISMU Trenggalek membangun program swadaya penyediaan air bersih untuk membantu kebutuhan warga setempat.
Program ini ditujukan untuk melayani sedikitnya 22 keluarga di Dusun Gading agar memiliki akses air bersih yang lebih layak.
Wakil Ketua Bidang Ekonomi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Trenggalek, Rifqi Raziinudin, mengatakan informasi mengenai kesulitan air bersih itu ia terima dari anggota persyarikatan dan warga di wilayah tersebut.
Menurutnya, sumber air yang selama ini digunakan warga sangat bergantung pada musim hujan.
“Sumber itu kecil sekali. Kalau dua bulan saja tidak hujan, airnya bisa mati,” kata Sudirman, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Selama ini air dari sumber tersebut dialirkan menggunakan selang kecil. Bahkan satu jalur selang harus dibagi hingga empat rumah.
Saat musim kemarau tiba, warga kerap mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau kemarau harus mencari-cari air di kedung yang masih ada airnya,” ujar Warsito, warga Dusun Gading.
Cerita serupa disampaikan Pak Seni. Ia mengaku sering harus keluar dusun untuk mencuci pakaian atau mengambil air.
“Kalau kemarau panjang, saya harus numpang ke saudara di luar dusun untuk mencuci pakaian. Kadang juga bawa jurigen untuk mengambil air buat kebutuhan sehari-hari. Ada juga yang sampai membeli air,” tuturnya.
Ketua LAZISMU Trenggalek, Irfan Firdianto, mengatakan program penyediaan air bersih tersebut tidak hanya bertujuan membangun sarana, tetapi juga memiliki nilai sosial bagi masyarakat.
“Program air bersih untuk masyarakat di daerah Suruh ini sangat penting dan memiliki nilai strategis yang tinggi karena dapat dijadikan sarana sosial dakwah, kemanusiaan dan lingkungan hidup secara bersamaan sebagaimana program dari LAZISMU Trenggalek,” kata Irfan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemuda Muhammadiyah dan LAZISMU berharap kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi sekaligus memperkuat gotong royong warga.
Rifqi berharap program swadaya air bersih ini dapat membantu meringankan kesulitan masyarakat dalam memperoleh air.
“Dengan adanya program ini, kami berharap bisa sedikit meringankan beban masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Karena air merupakan bagian terpenting dalam kehidupan. Kegiatan ini juga bisa menjadi sarana dakwah sosial, kemanusiaan, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.
Program swadaya penyediaan air bersih ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga Dusun Gading terhadap sumber air kecil yang selama ini sering mengering ketika musim kemarau.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz
















.jpeg)





