KBRT - Polytron EVO merupakan skuter listrik hasil kolaborasi brand elektronik ternama Indonesia, yaitu Polytron, yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp 28 jutaan di seluruh wilayah Indonesia.
Meskipun dasarnya adalah barang impor China, motor ini telah disesuaikan dengan identitas Polytron dan dibekali dengan berbagai fitur unik yang jarang ditemukan pada kelasnya, termasuk kemampuan untuk memutar musik seperti sebuah perangkat hiburan berjalan.
Untuk penjelasan lebih detail mengenai motor ini, simak ulasan Polytron EVO dibawah ini:
Daftar Isi [Show]
Spesifikasi Desain
Secara desain, Polytron Evo mengusung tampilan sporty dengan garis bodi tegas dan sistem pencahayaan yang sudah menggunakan teknologi LED pada lampu utama, lampu pengereman, serta DRL (Daytime Running Light), meskipun lampu sein belakang masih menggunakan bohlam konvensional.
Spesifikasi Mesin dan Kapasitas
Dari sektor performa, motor ini ditenagai oleh hub motor dari Bosch berkekuatan 1.500 Watt, dengan peak power hingga 3.000 Watt, didukung oleh satu unit baterai Lithium berkekuatan 60V 29Ah.
Baterai ini dapat diisi penuh dalam waktu 4,5 jam dengan kebutuhan daya listrik rumah tangga sekitar 550 Watt, sehingga aman untuk rumah dengan daya minimal 900 VA. Dalam penggunaan harian, Polytron Evo menawarkan tiga mode berkendara, dengan jarak tempuhnya diklaim dapat mencapai 70 km hingga 100 km tergantung pada mode dan gaya berkendara yang digunakan.
Pengujian harian, menunjukkan bahwa untuk menempuh jarak sekitar 23 km dengan gaya berkendara normal, baterai hanya berkurang sekitar 40%.
Spesifikasi Kaki-kaki
Sektor kaki-kaki motor ini, dilengkapi suspensi teleskopik di depan dan suspensi ganda dengan 5 setelan preload di belakang, dipadukan dengan ban ring 12 yang memberikan handling lincah meski bobot motor sangat ringan.
Pengeremannya juga sudah dilengkapi cakram di kedua roda, namun terdapat fitur keamanan di mana tenaga motor otomatis terputus (cut-off) saat tuas rem ditarik. Hal ini, memunculkan sebuah karakter khas motor listrik yang memerlukan adaptasi bagi pengguna motor bensin.
Kekurangan
Polytron Evo memiliki catatan pada sisi ergonomi, terutama bagi pengendara bertubuh tinggi. Dek motor yang terlalu tinggi akibat penempatan baterai di bawah membuat posisi duduk cenderung "jongkok" dan lutut sering mentok dengan setang saat melakukan belokan patah.
Spesifikasi Teknis
Kategori | Komponen / Fitur | Detil Spesifikasi Teknis |
IDENTITAS | Model | Polytron Evo (PEV 15S1) |
Harga OTR | Rp28.000.000 (Berlaku Nasional) | |
Karakter Desain | Sporty Skuter | |
MESIN & PERFORMA | Tipe Motor | Bosch Hub Motor |
Daya Nominal | 1.500 Watt | |
Daya Puncak (Peak) | 3.000 Watt | |
Kecepatan Maksimal | ± 60 km/jam | |
Riding Mode | 3 Mode (Mode 1: 25 km/j, Mode 2: 40 km/j, Mode 3: 60 km/j) | |
Sistem Gas | Fly-by-Wire (Electronic Throttle) | |
BATERAI & PENGISIAN | Tipe Baterai | Lithium Ion |
Spesifikasi Baterai | 60V 29Ah | |
Waktu Pengisian | 4,5 Jam (0% hingga 100%) | |
Konsumsi Daya Cas | ± 550 Watt | |
Jarak Tempuh | 70 km (Full Power) - 100 km (Eco Mode) ADVERTISEMENT | |
Port Pengisian | Bisa langsung di motor atau baterai dilepas (swappable) | |
DIMENSI & BOBOT | Berat Total | < 90 kg |
Jenis Dek | Dek Rata (Flat Footboard) | |
Kapasitas Baterai Box | Muat 2 Baterai (Dijual standar dengan 1 baterai) | |
KAKI-KAKI | Suspensi Depan | Teleskopik |
Suspensi Belakang | Dual Shock (5 Level Preload Adjustment) | |
Ukuran Ban | 90/90 Ring 12 (Depan & Belakang) | |
Sistem Pengereman | Dual Disc Brake (Cakram Depan & Belakang) | |
PENCAHAYAAN | Lampu Utama | Full LED |
Lampu DRL | LED (Atas & Bawah) | |
Lampu Belakang | LED | |
Lampu Sein | Depan LED / Belakang Bohlam | |
FITUR HIBURAN | Audio | Built-in Speaker |
Konektivitas | Bluetooth, Radio FM, MP3 Player | |
Fitur Tambahan | USB Charging Port | |
TEKNOLOGI & KEAMANAN | Panel Instrumen | Digital (Odometer, Tripmeter, Stopwatch, Voltase) |
Sistem Kunci | Keyless dengan Remote Alarm | |
Fitur Keselamatan | Brake Cut-off System (Tenaga putus saat rem ditarik) | |
Mode Darurat | Tombol Service (Emergency Power Mode) |
Kabar Trenggalek - Teknologi
Editor: Zamz




















