KBRT – Buka puasa identik dengan minuman manis dan gorengan hangat. Tapi kalau asal kenyang tanpa perhitungan, tubuh justru bisa drop keesokan harinya.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, dr Sunarto, mengingatkan pentingnya pola makan seimbang selama Ramadan agar puasa tetap lancar dan badan tetap bugar saat bekerja.
Menurut dr Sunarto, kebutuhan cairan tidak boleh diabaikan meski waktu minum terbatas.
“Cukupi kebutuhan cairan dengan rumus 2+4+2 = 2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur,” jelasnya.
Pola ini membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mencegah rasa pusing atau lemas akibat kekurangan cairan.
Selain cairan, komposisi makanan juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan memilih karbohidrat kompleks dibandingkan karbohidrat sederhana agar energi lebih stabil.
“Pilih jenis karbohidrat kompleks. Jika konsumsi karbohidrat dengan GI (indeks glikemik) rendah atau sedang makanlah bersama dengan protein dan serat. Makan dengan komposisi lengkap: KH, protein, serat (utamakan sayur),” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar membatasi konsumsi makanan tinggi garam karena dapat memicu rasa haus berlebih saat berpuasa.
Untuk sahur, dr Sunarto menyebut porsi ideal sekitar 30 persen dari total kebutuhan energi harian atau kurang lebih 450 kkal.
“Sahur sedekat mungkin dengan waktu imsak, karbohidrat kompleks dan tinggi serat. Minum 2 gelas air putih. Yang lain seperti di atas,” terangnya.
Kabar Trenggalek - Kesehatan
Editor: Zamz





















