Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Puluhan Sapi Terjangkit PMK, Trenggalek Genjot Vaksinasi Darurat

Kasus PMK kembali ditemukan di Trenggalek. Disnakkan langsung menggencarkan vaksinasi sapi dan kambing di wilayah rawan untuk menekan penyebaran.

Poin Penting

  • PMK kembali terdeteksi di sejumlah kecamatan di Trenggalek
  • Disnakkan terjunkan tujuh tim vaksinator selama 40 hari
  • Sebanyak 12 ribu dosis vaksin PMK mulai disalurkan bertahap

KBRT - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali bikin waswas peternak di Kabupaten Trenggalek. Dalam sebulan terakhir, puluhan sapi dilaporkan terjangkit, memaksa Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat bergerak cepat dengan menggencarkan vaksinasi darurat.

Langkah ini diambil sebagai upaya menekan laju penyebaran PMK yang kembali muncul sejak akhir 2025. Sejumlah wilayah dengan kasus cukup tinggi langsung menjadi prioritas penanganan.

Pada Senin (02/02/2026), petugas kesehatan hewan mulai menyisir kandang-kandang warga untuk melakukan vaksinasi sapi dan kambing. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran awal adalah Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan.

Menurut Disnakkan, vaksinasi difokuskan di kecamatan yang dinilai rawan, seperti Bendungan, Karangan, dan Dongko. Tingginya mobilitas ternak antarwilayah, ditambah kondisi cuaca penghujan yang memengaruhi daya tahan tubuh hewan, disebut menjadi faktor pemicu melonjaknya kasus PMK.

Berdasarkan catatan Disnakkan, sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, puluhan sapi di Trenggalek telah terkonfirmasi terinfeksi PMK. Selain vaksinasi, penanganan juga dilakukan melalui pengobatan ternak yang sakit dengan pemberian disinfektan serta vitamin guna meningkatkan imunitas.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, menyampaikan bahwa Trenggalek mendapat alokasi sebanyak 12 ribu dosis vaksin PMK yang akan disalurkan secara bertahap.

ADVERTISEMENT

“Mulai hari ini vaksin kita aplikasikan ke sapi dan kambing. Ada tujuh tim yang akan bekerja selama 40 hari ke depan, setiap Senin sampai Jumat,” ujar Ririn.

Vaksinasi menyasar ternak sapi dan kambing mulai usia dua bulan hingga dewasa. Disnakkan menargetkan seluruh stok vaksin yang tersedia bisa terserap pada Februari hingga Maret 2026.

Ririn juga mengungkapkan bahwa pada akhir Maret mendatang, Kabupaten Trenggalek dijadwalkan kembali menerima dropping vaksin PMK tahap kedua dari pemerintah provinsi. Namun, hingga kini jumlah dosis yang akan diterima masih belum dipastikan.

Di lapangan, program vaksinasi ini tak sepenuhnya berjalan mulus. Disnakkan masih menghadapi penolakan dari sebagian peternak yang belum bersedia ternaknya divaksin.

“Harapan kami semua peternak mau, karena selama beberapa tahun vaksinasi masih saja ada penolakan,” katanya.

Sebagai informasi, kasus PMK pertama kali terdeteksi di Trenggalek pada Desember 2025, tepatnya di Desa Siki, Kecamatan Dongko. Saat itu, tujuh ekor sapi milik lima peternak dilaporkan terjangkit PMK, dengan satu ekor pedhet mati akibat penyakit tersebut.

Kabar Trenggalek - Kesehatan

Editor: Zamz