Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Plh Bupati Trenggalek Buka Musrena Keren 2026, Pastikan RKPD 2027 Lebih Inklusif

Plh Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara membuka Musrena Keren 2026, forum aspirasi perempuan, anak, disabilitas untuk RKPD 2027.

Poin Penting

  • Musrena Keren 2026 jadi ruang aspirasi kelompok rentan untuk RKPD 2027.
  • Plh Bupati tekankan perencanaan responsif gender dan inklusif.
  • Pemkab dorong pembangunan partisipatif tanpa meninggalkan siapa pun.

KBRT - Perencanaan pembangunan di Trenggalek tak lagi hanya soal angka dan proyek fisik. Kali ini, suara perempuan, anak, penyandang disabilitas, hingga kelompok rentan lainnya benar-benar dipanggil masuk ruang utama.

Plh Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya (Musrena Keren) 2026 di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis (26/02/2026). 

Forum ini menjadi pintu awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 agar lebih responsif dan tidak meninggalkan siapa pun.

Berbeda dari Musrenbang reguler yang selama ini jadi jalur utama perencanaan, Musrena Keren hadir sebagai ruang khusus. Pemerintah daerah menilai forum sebelumnya belum sepenuhnya mengakomodasi aspirasi kelompok rentan. Karena itu, sejak 2019, Musrena Keren digagas sebagai pelengkap sekaligus penguat partisipasi.

Mas Syah menegaskan, forum ini bukan sekadar agenda tahunan yang formalitas.

"melalui forum ini kita ingin memastikan bahwa perencanaan RKPD tahun 3027 benar-benar responsif gender, ramah anak, serta inklusif bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan," tuturnya.

Ia berharap, aspirasi yang masuk tak berhenti di notulen rapat, tetapi benar-benar masuk dalam dokumen perencanaan dan diterjemahkan menjadi program nyata.

ADVERTISEMENT

"Aspirasi yang dihimpun, kami harapkan menjadi bagian integral dalam penyusunan program dan kegiatan perangkat daerah. Dengan begitu kebijakan yang dihasilkan nantinya bisa tepat sasaran dan berdampak nyata," imbuhnya.

Pemkab Trenggalek memandang perempuan bukan sekadar objek pembangunan, tetapi aktor penting dalam penguatan sosial dan ekonomi daerah. Anak-anak diposisikan sebagai generasi penerus yang harus tumbuh dalam lingkungan aman dan sehat.

Sementara penyandang disabilitas serta kelompok rentan lainnya ditegaskan memiliki hak yang sama atas layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan kerja.

Melalui Musrena Keren, Pemkab ingin memastikan semangat pembangunan berkelanjutan dan prinsip “tidak ada yang tertinggal” benar-benar diterapkan dalam kebijakan daerah.

Mas Syah juga menekankan komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola yang transparan, partisipatif, dan kolaboratif. Artinya, perencanaan tak hanya disusun di balik meja, tetapi dibentuk bersama warga.

Dengan forum ini, arah pembangunan Trenggalek ke depan diharapkan bukan hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga makin adil dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.

Kabar Trenggalek - Politik

Editor: Zamz