KARANGAN, TRENGGALEK - Pemuda asal Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, sukses mengembangkan usaha digital printing yang kini mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan. Usaha tersebut dirintis sejak masih berstatus mahasiswa, berawal dari keterbatasan biaya kuliah.
Pemuda bernama Munawir Muslih itu memulai usahanya pada 2022 dengan menjadi reseller produk lanyard, sebelum akhirnya mengembangkan bisnisnya hingga memiliki tempat produksi sendiri.
Munawir yang merupakan lulusan Magister Filsafat Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengaku awalnya terpaksa mencari tambahan penghasilan karena uang saku yang terbatas.
"Usaha ini berawal dari terbentur biaya kampus, masih semester 6. Karena saat itu ya apa ya uang saku kuliah itu memang tipis jadi saya mencoba terobosan-terobosan baru agar mendapatkan pundi-pundi rupiah," ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Dalam prosesnya, ia harus membagi waktu antara kuliah dan usaha yang dirintis. Berkat manajemen waktu serta dukungan dari rekan-rekannya, usaha tersebut mampu bertahan dan terus berkembang.
Saat ini, Munawir telah memiliki tempat usaha sendiri di lingkungan rumahnya di RT 10 RW 02 Desa Kerjo. Ia juga memberdayakan sedikitnya tiga pemuda di sekitar untuk bekerja di bidang digital printing.
Beragam produk ditawarkan, mulai dari souvenir pernikahan, buku yasin, sablon kaos, tote bag, hingga produk akrilik dan percetakan lainnya.
"Kita belum dikenal otomatis kita harus cari-cari dulu. Siapa yang mau beli produk kita, supaya produk kita itu laris supaya supaya dibeli oleh orang itu kesulitannya," bebernya.
Ia mengaku pemasaran menjadi tantangan tersendiri, terutama saat awal merintis usaha. Untuk menjangkau pasar, Munawir memanfaatkan platform marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, selain juga melayani pelanggan secara langsung.
"Bahkan ada yang sempat ikut offline itu dari luar pulau juga kami layani," paparnya.
Dari usaha tersebut, Munawir kini mampu mencatat omzet puluhan juta rupiah setiap bulan. Penghasilan itu digunakan untuk operasional usaha, pengembangan alat produksi, serta menggaji karyawan.
"Omzet untuk offlinenya alhamdulilah puluhan juta per bulan," akuinya.
Ia menilai peluang usaha digital printing masih terbuka lebar, seiring tingginya kebutuhan masyarakat. Namun, persaingan usaha juga semakin ketat sehingga kualitas produk dan harga tetap menjadi kunci utama.
"Tantangannya pemain besar digital banyak, bagaimana supaya bermain cantik dengan daya tawar yang bagus," tandasnya.
Munawir juga berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu memulai usaha meski dari skala kecil.
"Karena usaha meskipun itu kecil itu bukan aib. Dan itu juga menghasilkan. Jadi Kalau misal usahanya belum jalan, tetap semangat. Soalnya kita pasti ada waktu di mana produk yang kita jual itu akan terjual habis," pesannya.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz





















