KBRT- Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Trenggalek pada Rabu (18/02/2026) memicu sedikitnya tiga kejadian bencana di sejumlah wilayah. Data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat peristiwa tersebar di tiga kecamatan dan empat desa.
Berdasarkan data BPBD, kejadian pertama berupa tanah longsor dan tanah gerak terjadi di Kecamatan Munjungan, tepatnya di Desa Craken. Material longsor menyebabkan tanggul TPI Ngadipuro di Desa Craken jebol.
Peristiwa kedua terjadi di Kecamatan Panggul, Desa Wonocoyo. Hujan deras menyebabkan banjir yang merendam sejumlah titik, di antaranya RT 22, 23, 24, 25 RW 07, RT 26, 27, 28 RW 08, serta RT 29, 30, 31, 32, 33 RW 09 Dusun Karang. BPBD mencatat sebanyak 26 kepala keluarga atau 52 jiwa terdampak. Air dilaporkan mulai surut sekitar pukul 15.15 WIB.
Masih di Kecamatan Panggul, Desa Sawahan, satu pohon jenis sengon tumbang dan menimpa kabel PLN akibat cuaca ekstrem. Sementara itu di Kecamatan Kampak, Desa Ngadimulyo, pohon beringin tumbang dan menimpa Masjid Miftahul Huda di RT 32 RW 08 Dusun Jedeg.
Dari rangkaian kejadian tersebut, BPBD mencatat total tiga kejadian bencana dalam satu hari. Dampak yang ditimbulkan antara lain satu masjid mengalami kerusakan kategori sedang serta satu tanggul jebol.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, membenarkan data tersebut dan menyebut seluruh kejadian dipicu intensitas hujan tinggi yang disertai cuaca ekstrem.
“Berdasarkan data yang masuk pada 18 Februari 2026, terdapat tiga kejadian bencana yang tersebar di tiga kecamatan. Tim sudah melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi terdampak,” ujarnya.
BPBD juga melakukan upaya penanganan, salah satunya penyemprotan dan pembersihan di rumah warga terdampak banjir di Dusun Karang, Desa Wonocoyo, khususnya di RT 22 dan RT 24 RW 07.
Triadi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama di wilayah rawan longsor, bantaran sungai, serta daerah dengan pohon besar yang sudah berusia tua. Ia meminta warga segera melapor jika menemukan tanda-tanda kerawanan di lingkungan sekitar.
Hingga pembaruan data pada Kamis (19/02/2026) pukul 07.00 WIB, tidak ada laporan korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut. Petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah titik untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















