Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Belasan Kios Pasar Pon Trenggalek Menganggur, Diskomidag Siapkan Lelang Ulang

Diskomidag Trenggalek mendata kios Pasar Pon yang lama tak ditempati sebagai langkah awal penataan dan rencana lelang ulang kios kosong.

Poin Penting

  • Diskomidag Trenggalek mendata kios Pasar Pon yang lama tidak ditempati.
  • Sebanyak 14 kios dipastikan kosong, mayoritas berada di lokasi kurang strategis.
  • Realisasi pendapatan Pasar Pon 2025 masih sekitar 50 persen dari target.

KBRT – Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek masih melakukan pendataan sekaligus penertiban kios Pasar Pon yang dibiarkan kosong selama berbulan-bulan. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan rencana lelang ulang kios agar kembali produktif dan berkontribusi terhadap aktivitas pasar.

Kepala Diskomidag Trenggalek, Saniran, mengatakan inventarisasi dilakukan menyeluruh, disertai pemberian peringatan kepada pemilik kios yang tidak menempati lapaknya.

“Setelah inventarisasi, kami lakukan peringatan kepada para pedagang Pasar Pon. Bagi yang memang tidak mau menempati, dipersilakan menyerahkan kembali secara sukarela. Kalau tidak, tetap kami surati dan beri peringatan,” ujar Saniran.

Saniran menjelaskan, proses pendataan kios kosong belum sepenuhnya final karena kondisi di lapangan kerap berubah. Beberapa pedagang yang sebelumnya meninggalkan kios justru kembali menempati setelah petugas melakukan pengecekan langsung.

“Ini yang agak menyulitkan. Saat kami datangi, mereka masuk lagi menempati, sehingga datanya berubah-ubah,” jelasnya.

Berdasarkan data terakhir, Diskomidag memastikan terdapat 14 kios yang benar-benar tidak ditempati. Namun sebagian besar berada di titik yang dinilai kurang strategis sehingga belum menarik minat pedagang sekitar.

“Yang fix kemarin ada 14 kios, tapi lokasinya tidak strategis. Setelah kami tawarkan ke pedagang di sekitarnya juga belum banyak respons. Baru ada dua yang merespons,” katanya.

ADVERTISEMENT

Saniran menambahkan, dari kios yang telah ditawarkan ulang, satu kios sudah melewati proses undian dan dilakukan renovasi. Meski demikian, kios tersebut belum juga ditempati karena pedagang masih mempertimbangkan kelayakan usaha.

“Ternyata satu orang sudah renovasi, tapi belum berani menempati, mungkin masih melihat potensi,” imbuhnya.

Selain mengelola Pasar Pon, Diskomidag juga menangani pendapatan dari pasar dan kios lainnya melalui dua skema retribusi, yakni retribusi jasa umum dan retribusi jasa usaha.

“Retribusi jasa umum berlaku untuk pasar, baik pelataran, kios, maupun los. Sedangkan retribusi jasa usaha untuk kios dan ruko di luar pasar. Pasar juga termasuk,” terang Saniran.

Untuk tahun 2025, Diskomidag menargetkan pendapatan dari Pasar Pon sekitar Rp 800 juta. Namun hingga pertengahan Desember ini, realisasi pendapatan masih berkisar separuh dari target tersebut.

“Target Pasar Pon sekitar Rp 800 juta. Memang targetnya besar, tapi realisasi sementara rata-rata masih sekitar 50 persen,” ujar dia.

Kabar Trenggalek - Ekonomi

Editor: Zamz