KBRT - Tak sekedar memiliki wisata alam yang indah, Kabupaten Trenggalek juga menyimpan berbagai olahan khas dengan cita rasa yang sangat otentik. Kali ini, kami akan membawa kalian mengenal lebih dekat kuliner yang ada di Trenggalek.
Kuliner Trenggalek, terkenal akan cita rasanya yang unik. Proses pengolahan kuliner Trenggalek sudah diwariskan sejak lama sehingga memiliki cita rasa khas yang membawa sejarah panjang.
Beragam makanan khas Trenggalek, masih bertahan hingga kini dan menjadi incaran wisatawan dari berbagai daerah. Terdiri dari ayam berbumbu rempah hingga camilan berbahan pisang, kuliner-kuliner ini mencerminkan kearifan lokal yang terus dijaga lintas generasi.
Ayam Lodho
Ayam Lodho menempati kasta tertinggi dalam kuliner Trenggalek. Keunikan hidangan ini terletak pada teknik memasaknya yang berlapis dimulai dari, ayam kampung pilihan dibumbui lalu dipanggang di atas bara api, kemudian dimasak perlahan dalam kuah santan kental yang kaya akan rempah-rempah seperti kunyit, cabai, dan kencur.
Proses tersebut, menghasilkan tekstur daging yang empuk dengan perpaduan rasa pedas-gurih yang meresap hingga ke tulang. Dahulu, Ayam Lodho merupakan sajian sakral pada upacara adat atau hari raya, namun kini telah menjadi ikon wisata kuliner yang bisa dinikmati setiap hari oleh para pengunjung.
Nasi Goreng Anglo
Nasi goreng anglo menawarkan sensasi rasa yang berbeda dari nasi goreng modern pada umumnya. Di Trenggalek, pedagang nasi goreng masih setia menggunakan anglo (tungku tanah liat) dengan bahan bakar arang kayu untuk memasak.
Panas yang dihasilkan oleh arang memberikan aroma khas yang sering disebut "aroma sangit" yang sedap. Biasanya, terdapat variasi nasi digoreng bersama campuran mie kuning dan sayuran segar, atau yang dikenal sebagai nasi goreng mawut.
Lokasi terbaik untuk mencicipi hidangan ini terdapat pada seorang pedagan yang terletak di sekitar pasar burung Trenggalek, dengan cita rasa otentik yang masih sangat dijaga.
Nasi Gegog
Berasal dari wilayah Bendungan yang berhawa sejuk, Nasi Gegog atau Sego Gegog merupakan pilihan utama bagi para pecinta kuliner pedas. Olahan legendaris ini, sudah eksis sejak tahun 1970-an, terdiri dari nasi putih yang dimasak setengah matang, lalu ditumpuk dengan sambal teri super pedas.
Seluruh komponen tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga benar-benar matang. Proses pengukusan di dalam daun pisang memberikan aroma wangi yang khas dan menjaga suhu nasi tetap panas.
Nasi Tiwul
Nasi Tiwul adalah simbol ketahanan pangan dan kreativitas masyarakat Trenggalek dalam mengolah singkong. Proses pembuatannya cukup panjang, dimulai dari mengeringkan singkong menjadi gaplek, menumbuknya hingga menjadi tepung, lalu mengolahnya dengan air hingga berbentuk butiran-butiran kecil menyerupai nasi.
Di Trenggalek, tiwul sering disajikan sebagai pengganti nasi putih yang disantap bersama urap sayur, ikan asin, dan sambal teri. Namun, ada pula versi manis yang disajikan hanya dengan taburan parutan kelapa.
Sale Pisang
Sebagai salah satu buah tangan paling populer, Sale Pisang Trenggalek dikenal karena kualitas rasa manisnya yang alami tanpa banyak bahan tambahan kimia. Camilan ini dibuat dengan cara mengiris tipis pisang yang sudah benar-benar matang, kemudian dikeringkan melalui proses penjemuran atau pengasapan untuk mengurangi kadar airnya.
Setelah kering, pisang akan berubah warna menjadi coklat gelap dengan tekstur yang kenyal dan rasa manis yang kuat. Beberapa varian sale pisang di Trenggalek juga dibalut dengan tepung renyah sebelum digoreng, menciptakan tekstur crispy di luar namun tetap legit di dalam.
Sompil
Sompil adalah menu sarapan paling ikonik di Trenggalek yang menawarkan kesederhanaan rasa namun sangat kaya bumbu. Hidangan ini terdiri dari potongan lontong atau ketupat yang memiliki tekstur sangat lembut, kemudian diguyur dengan sayur lodeh bersantan.
Sayur yang digunakan biasanya cukup variatif, mulai dari lodeh tewel, lodeh kacang panjang, hingga lodeh rebung yang memberikan sensasi renyah. Ciri khas utama yang membedakan Sompil Trenggalek dengan daerah lain adalah tambahan bubuk kedelai yang gurih dan urap-urap sayur di atasnya.
Perpaduan antara kuah santan yang pedas, gurihnya bubuk kedelai, dan kesegaran urap membuat Sompil menjadi sajian yang sangat kaya tekstur.
Kabar Trenggalek - Wisata
Editor: Zamz






















