KBRT - Belanja kebutuhan dapur warga Trenggalek menunjukkan tren naik. Pada 2025, pengeluaran masyarakat untuk membeli kol atau kubis tercatat sebesar Rp114 per kapita per minggu. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp104 per kapita per minggu.
Data tersebut dilansir dari Katadata yang mengolah publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Kenaikan ini mencerminkan perubahan pola konsumsi rumah tangga, khususnya pada komoditas sayur-sayuran yang menjadi menu harian mayoritas warga.
Dalam metodologi BPS, pengeluaran rata-rata per kapita merupakan biaya konsumsi seluruh anggota rumah tangga, baik dari hasil membeli, menerima pemberian, maupun produksi sendiri. Nilai ini dihitung dengan membagi total pengeluaran rumah tangga dengan jumlah anggota keluarga.
Untuk konsumsi makanan, pencatatan dilakukan selama sepekan, sementara konsumsi non-makanan dihitung dalam periode sebulan hingga setahun. Seluruh data tersebut kemudian dikonversi menjadi rata-rata pengeluaran bulanan per kapita.
Di Trenggalek, kelompok belanja pangan terbesar masih didominasi sayur-sayuran dengan nilai Rp13.247 per kapita per minggu. Setelah itu disusul cabai rawit sebesar Rp2.430, bawang merah Rp1.994, bawang putih Rp1.475, dan bawang bombay sebagai yang terendah dengan Rp37 per kapita per minggu.
Jika dibandingkan wilayah lain, pengeluaran warga Trenggalek untuk membeli kol belum tergolong tinggi. Secara nasional, rata-rata pengeluaran per kapita untuk kol/kubis mencapai Rp257 per minggu. Sementara Trenggalek berada di peringkat 444 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Adapun wilayah dengan pengeluaran kol tertinggi tercatat di Kabupaten Lanny Jaya, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Alor. Posisi Trenggalek menunjukkan konsumsi kol yang relatif moderat dan masih di bawah rata-rata nasional.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz





















