Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Prabowo Punya Misi Gentengisasi, Kerajinan Genteng Trenggalek Punya Angin Segar

KBRT - Kebijakan Presiden Prabowo Subianto soal penggunaan atap genteng untuk gedung pemerintah dan fasilitas publik disambut antusias para pelaku industri genteng di Trenggalek.

Arahan tersebut dinilai bisa membuka peluang baru bagi produk genting lokal untuk kembali unjuk gigi di pasar konstruksi.

Di Kabupaten Trenggalek sendiri, industri genting bukan pemain baru. Data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek mencatat, hingga 2025 terdapat 140 Industri Kecil Menengah (IKM) genting yang telah beroperasi secara formal dan mengantongi legalitas usaha.

“Berdasarkan data OSS RBA tahun 2025, ada 140 IKM genting formal. Semuanya sudah berizin dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB),” kata Kepala Disperinaker Trenggalek, Christina Ambarwati, Rabu (04/02/2026).

Tak hanya soal jumlah, kontribusi industri genting juga cukup signifikan bagi perekonomian daerah. Total nilai investasi dari ratusan IKM tersebut tercatat mencapai Rp 6,43 miliar dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 226 orang.

Menurut Christina, geliat industri genting ini paling terasa di wilayah pedesaan. Beberapa kecamatan bahkan sudah lama dikenal sebagai sentra produksi genting.

ADVERTISEMENT

“Sebaran industri genting paling banyak ada di Kecamatan Gandusari, terutama Desa Wonoanti, Sukorejo, dan Wonorejo,” jelasnya.

Selain Gandusari, Kecamatan Durenan juga masuk peta sentra genting, khususnya di Desa Kamulan yang hingga kini masih aktif memproduksi genteng tradisional.

Untuk memperkuat daya saing, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga sudah melangkah lebih jauh. Pada 2021 lalu, pemkab memfasilitasi pendaftaran Merek Komunal Genteng Kabupaten Trenggalek dengan nama ‘Nglayur’.

“Merek komunal ini sudah resmi bersertifikat. Harapannya bisa memperkuat identitas produk genteng Trenggalek sekaligus meningkatkan nilai jualnya di pasar yang lebih luas,” kata Christina.

Dengan adanya dorongan kebijakan dari pemerintah pusat, pelaku IKM genteng Trenggalek kini punya peluang besar untuk naik kelas—bukan cuma bertahan, tapi juga jadi tuan rumah di daerah sendiri.

Kabar Trenggalek - Ekonomi

Editor: Zamz