Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Update MBG Trenggalek, Total 13 Dapur Berhenti Operasi Karena Duit Tak Cair

Sebanyak 13 dapur SPPG di Trenggalek menghentikan operasional sementara akibat dana operasional dari BGN belum cair sejak pertengahan Desember 2025.

Poin Penting

  • Sebanyak 13 dapur SPPG menghentikan layanan sementara.
  • 37 dapur tetap berjalan dengan dana mandiri.
  • Total dapur SPPG di Trenggalek mencapai 50 unit, mendekati target awal.

KBRT – Jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Trenggalek yang menghentikan operasional sementara kembali bertambah. Hingga pertengahan Desember 2025, tercatat 13 dapur SPPG memilih berhenti beroperasi karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum dicairkan.

Penghentian sementara tersebut berkaitan dengan belum diterimanya dana operasional periode 8 hingga 20 Desember 2025. Sementara itu, sebanyak 37 dapur SPPG lainnya tetap menjalankan layanan dengan menggunakan anggaran mandiri.

Wakil Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Trenggalek, Saeroni, mengatakan saat ini total terdapat 50 dapur SPPG yang telah berstatus aktif di Trenggalek. Namun, tidak seluruhnya dapat beroperasi normal karena kendala pencairan anggaran.

“Informasi dari koordinator SPPI Kabupaten menyebutkan ada 13 SPPG yang tidak operasional mulai tanggal 15, 16, dan 18 Desember. Sementara 37 SPPG masih beroperasi dengan menggunakan anggaran dapur masing-masing,” kata Saeroni, Kamis (18/12/2025).

Saeroni menjelaskan, hingga kini seluruh dapur SPPG di Trenggalek sebenarnya belum menerima pencairan dana operasional dari BGN. Kondisi tersebut membuat sebagian dapur memilih tetap berjalan dengan pembiayaan sendiri, sementara lainnya terpaksa menghentikan layanan untuk sementara waktu.

“SPPI menyampaikan bahwa dari 50 dapur yang ada, seluruhnya belum cair anggarannya. Tetapi ada dapur yang masih mampu operasional dengan dana sendiri, dan ada yang memilih berhenti sementara,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ia memastikan, penghentian sementara operasional dapur SPPG tersebut telah disampaikan kepada pihak sekolah yang menjadi penerima layanan MBG.

Adapun rincian dapur SPPG yang menghentikan sementara operasionalnya adalah sebagai berikut:

Berhenti per 15 Desember 2025 (9 dapur):

  • Kecamatan Panggul: SPPG Bodag dan SPPG Sawahan
  • Kecamatan Dongko: SPPG Petung
  • Kecamatan Trenggalek: SPPG Karangsoko 2, SPPG Karangsoko 3, dan SPPG Surodakan
  • Kecamatan Durenan: SPPG Kamulan
  • Kecamatan Pule: SPPG Pule
  • Kecamatan Kampak: SPPG Bendoagung 2

Berhenti per 16 Desember 2025 (3 dapur):

  • Kecamatan Tugu: SPPG Trenggalek Tugu Tumpuk
  • Kecamatan Trenggalek: SPPG Surodakan
  • Kecamatan Panggul: SPPG Nglebeng

Berhenti per 18 Desember 2025 (1 dapur):

  • Kecamatan Bendungan: SPPG Srabah

Meski terdapat dapur yang menghentikan layanan sementara, Saeroni menegaskan secara umum keberadaan dapur SPPG di Trenggalek sudah mendekati target awal.

“Kalau dilihat dari target, ini sudah mendekati. Hampir semuanya sudah operasional,” ujar dia. 

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz