KBRT - Kabar baik buat pelajar berprestasi di Trenggalek. Akses masuk sekolah favorit kini makin terbuka, setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Trenggalek memberi sinyal positif terhadap skema penghargaan berbasis prestasi.
Sebelumnya, inisiasi tersebut muncul dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek yang ingin agar atlet dan siswa berprestasi mendapat nilai tambah saat proses penerimaan murid baru. Kini, wacana itu mendapat respons dari Disdik.
Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek, Agoes Setiyono, menyampaikan bahwa prestasi non-akademik seperti olahraga hingga kemampuan tahfidz akan mendapat ruang dalam sistem seleksi masuk sekolah lanjutan.
“Prestasi non akademik ada olahraga, prestasi yang lain, seperti kemampuan terkait Tahfidz juga mendapatkan ruang untuk masuk ke sekolah lanjutan, nanti kalau ada sertifikat kejuaraan akan mendapatkan skor,” ujarnya.
Menurut Agoes, sertifikat kejuaraan akan dikonversi menjadi skor yang diperhitungkan dalam seleksi. Juara I, II, hingga III tetap mendapatkan nilai, dengan bobot berbeda sesuai tingkat prestasi.
“Juara III, II, dan juara I mendapatkan skor tetap diperhitungkan, bisa saja memilih sekolah kalau mereka memiliki prestasi, nanti disandingkan skornya memang skor passing grade lolos ya lolos, seperti juara satu berapa, maupun tingkat prestasinya, Nasional, Regional, maupun Daerah,” jelasnya.
Artinya, peluang tetap terbuka, tapi tidak otomatis lolos. Skor prestasi akan disandingkan dengan passing grade sekolah tujuan. Jika memenuhi ambang batas, maka siswa dinyatakan lolos.
Agoes juga menegaskan bahwa beberapa ajang yang sudah melembaga secara nasional memiliki bobot skor lebih tinggi, salah satunya Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
“Kalau yang sudah melembaga itu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), skornya itu cukup tinggi, karena skornya secara nasional,” katanya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, menyebut pihaknya tengah menyiapkan pola kolaborasi dengan Disdik agar atlet muda mendapat reward konkret dalam sistem pendidikan.
Ia berharap sertifikat prestasi tak hanya jadi pajangan, tetapi benar-benar berdampak pada masa depan siswa.
Kabar Trenggalek - Pendidikan
Editor: Zamz






















