KBRT - Dari puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Kabupaten Trenggalek, baru dua dapur yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sementara dapur lainnya masih dalam tahapan verifikasi dan penerbitan sertifikat.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menyampaikan bahwa proses sertifikasi SLHS masih terus berjalan seiring operasional dapur MBG di berbagai kecamatan.
“Terkait SLHS, saat ini baru dua dapur yang sertifikatnya sudah turun dan lima dapur lainnya sudah diverifikasi, tinggal menunggu penerbitan,” ujar Saeroni.
Saeroni menjelaskan, penerbitan SLHS dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan menjadi salah satu syarat penting untuk memastikan kelayakan higiene dan sanitasi dapur MBG.
“SLHS itu yang mengeluarkan adalah langsung dari OSS,” ungkapnya.
Meski demikian, saat ini sebanyak 50 dapur MBG di Trenggalek tercatat masih beroperasi, meskipun sebagian besar belum menerima pencairan anggaran operasional untuk bulan Desember 2025.
Di sisi lain, terdapat delapan dapur MBG yang menghentikan sementara operasional sejak 15 Desember 2025 akibat kendala pencairan anggaran. Namun, Saeroni menegaskan bahwa penghentian tersebut tidak berkaitan dengan proses sertifikasi SLHS.
“Permasalahannya karena anggaran untuk operasional SPPG tersebut masih belum cair sampai dengan tanggal 15 ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar dapur yang masih beroperasi tetap melayani dengan pembiayaan mandiri sambil menunggu pencairan anggaran dari pemerintah.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















