KBRT - Momen malam tahun baru, seringkali digunakan orang-orang untuk berkumpul dan menghabiskan malam bersama menunggu datang nya tahun baru.
Ketika berkumpul bersama teman atau keluarga dekat, biasanya kebanyakan orang akan mengadakan bakar-bakar bersama dengan berbagai jajanan dan olahan seperti ayam, ikan, hingga aneka macam sosis.
Sebagian dari kita, mungkin bertanya-tanya kenapa bakaran selalu diadakan setiap malam tahun baru. Kegiatan bakar-bakar ini, sudah identik menjelang malam tahun baru, seolah-olah telah menjadi budaya yang melekat di masyarakat Indonesia.
Ternyata, hadirnya kegiatan bakar-bakar disetiap malam tahun baru bukan lah karena hal sepele seperti praktis atau seru jika dilakukan bersama, melainkan memiliki cerita yang panjang dibaliknya.
Alasan kenapa bakar-bakar bisa hadir setiap tahunnya, bisa kita lihat melalui banyak pandangan yang berbeda. Jika kita lihat sejarahnya, kegiatan bakar-bakar memiliki hubungan erat dengan sebuah perayaan sejak zaman Yunani kuno.
Sejarah Bakar-Bakar
Mengutip dari Getradius, orang-orang Yunani kuno melakukan barbeque atau bakar-bakar dalam istilah Indonesia merupakan sebagai bentuk persembahan kepada para dewa yang mereka yakini.
Biasanya dalam upacara keagamaan, masyarakat Yunani kuno akan memanggang hewan-hewan seperti kambing atau domba yang kemudian akan dibagikan secara merata sebagai bentuk kebersamaan.
Tak hanya berhenti di masyarakat Yunani, budaya barbeque ini kemudian menyebar ke berbagai daerah. Salah satu, yang cukup sering mengadakannya adalah Amerika yang kita kenal saat ini sebagai pelopor konsep barbeque modern.
Saking melekatnya, sejak abad ke-19 budaya barbeque tidak boleh luput dalam berbagai perayaan, terutama pada perayaan Fourth of July dimana barbeque menjadi inti dalam acara tersebut.
Amerika, hanyalah awal dari cerita mengapa kegiatan ini menjadi budaya di tiap negara. Pada berbagai wilayah terutama di Asia Tenggara, memasak di atas api sering kali dikaitkan dengan sebuah harapan baru.
Api, melambangkan pembersihan atau pembakaran aura kotor yang menjadi simbol terbukanya lembaran baru dalam hidup seseorang.
Oleh karena itu, kegiatan bakar-bakar sering dijadikan simbol, untuk menyambut tahun yang baru dan meninggalkan semua kenangan di tahun yang lama.
Praktis Dilakukan
Alasan selanjutnya kegiatan ini sering dilakukan, adalah kegiatan ini sangat praktis dan mudah. Kegiatan bakar-bakar biasanya dilakukan diluar ruangan seperti halaman atau tempat luas lainnya.
Hal ini, membuat siapapun seperti anggota keluarga, teman dekat, atau orang-orang kita kenal bisa ikut menghadiri kegiatan yang satu ini.
Pembagian tugas seperti menyiapkan api, menyiapkan bumbu, memotong sayuran, dan hal lainnya, menciptakan momen kerja sama yang dapat membangun suasana kebersamaan antara orang-orang terdekat.
Variasi menu dalam acara ini juga tidak terbatas. Kalian, dapat membawa berbagai bahan seperti ikan, sayur, ayam, jagung, atau bahkan tanaman lainnya, untuk dijadikan sebuah menu kreasi ketika bakar-bakar.
Masuknya Budaya Bakar-bakar di Indonesia
Berdasarkan beberapa informasi dari media, masuknya budaya barbeque atau bakar-bakar mungkin saja dipengaruhi oleh kolonial belanda.
Bangsa Eropa, sempat menjajah wilayah Karibia yang dimana terdapat masyarakat asli Taino. Masyarakat ini, memiliki teknik memasak yang selama ini kita kenal yaitu memasak menggunakan panggangan kayu.
Teknik memasak tersebut, kemudian diadaptasi dan dikembangkan melalui berbagai negara hingga sampai dan diperkenalkan di Indonesia.
Masyarakat Indonesia, kemudian mengolah kembali teknik ini yang dipadukan dengan berbagai bahan dan bumbu lokal sehingga terciptalah berbagai olahan-olahan khas seperti sate.
Dan kini, teknik yang dibawa oleh bangsa Eropa tersebut telah menjadi budaya dari kuliner Indonesia.
Kabar Trenggalek - Gaya Hidup
Editor: Zamz






















