Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Kekhawatiran Konflik Timur Tengah Terjawab, Jemaah Umrah Trenggalek Tetap Aman Pulang

Jemaah umrah asal Trenggalek dipastikan tetap bisa pulang lewat penerbangan langsung Jeddah–Surabaya meski situasi Timur Tengah memanas.

Poin Penting

  • Jemaah umrah Trenggalek yang memakai penerbangan langsung tetap pulang lancar.
  • Maskapai transit di beberapa negara Timur Tengah yang terdampak penundaan.
  • Kondisi di Makkah dilaporkan aman dan ibadah tetap berjalan normal.

TRENGGALEK – Kekhawatiran soal kepulangan jemaah umrah di tengah memanasnya situasi Timur Tengah dipastikan tidak berdampak pada seluruh penerbangan. Jemaah asal Trenggalek yang menggunakan penerbangan langsung dari Jeddah menuju Surabaya tetap dapat kembali ke Indonesia tanpa kendala berarti.

Direktur Operasional PT Jabal Noor Nurut Taqwa Haramain, H. M. Fajar Mustofa, mengatakan kondisi di Kota Makkah hingga saat ini tetap aman. Aktivitas ibadah jemaah juga berlangsung seperti biasa sehingga keluarga di tanah air tidak perlu panik.

“Kondisi di Makkah tidak ada apa-apa. Ibadah tetap berjalan lancar. Yang terdampak serangan itu pangkalan tentara Amerika Serikat di Riyadh,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Fajar, lokasi serangan berada di pangkalan militer Amerika Serikat di Riyadh yang jaraknya cukup jauh dari kota-kota suci. Ia menyebut jarak Riyadh dengan Makkah sekitar 860 kilometer, kemudian sekitar 950 kilometer ke Jeddah, dan sekitar 820 kilometer ke Madinah.

Dengan jarak tersebut, aktivitas ibadah di kawasan kota suci tidak terganggu.

“Karena jaraknya sangat jauh dari tempat ibadah, jadi tidak mengganggu jemaah,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, jemaah yang kepulangannya tertunda umumnya merupakan mereka yang menggunakan maskapai dengan rute transit di beberapa negara Timur Tengah, seperti Qatar atau Uni Emirat Arab. Sementara penerbangan langsung dari Jeddah ke Indonesia masih berjalan normal.

“Yang tertahan itu rata-rata yang maskapainya transit di negara lain. Kalau yang langsung ke Tanah Air tidak ada masalah,” tegasnya.

Fajar memastikan jemaah yang berangkat melalui biro perjalanan PT Jabal Noor tidak mengalami kendala kepulangan karena menggunakan maskapai dengan penerbangan langsung menuju Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Untuk jemaah Jabal Noor tidak ada masalah, karena menggunakan maskapai yang langsung ke Indonesia,” katanya.

Berdasarkan data perjalanan, pada 26 Februari lalu tercatat sebanyak 82 jemaah telah kembali ke Indonesia melalui penerbangan langsung. Kemudian pada 2 Maret, sebanyak 30 jemaah lainnya juga pulang melalui rute Jeddah menuju Surabaya tanpa hambatan.

Terkait jemaah yang masih menunggu kepulangan karena menggunakan maskapai transit, Fajar menyebut sempat ada koordinasi dari KBRI di Arab Saudi. 

Dalam koordinasi tersebut jemaah diberi opsi untuk mengganti maskapai penerbangan apabila kursi masih tersedia, dengan sejumlah persyaratan termasuk pembelian tiket baru.

Namun sebagian jemaah memilih tetap menunggu jadwal penerbangan dari maskapai awal meskipun harus menunggu lebih lama di bandara.

Sementara itu, mengenai keberadaan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang juga sedang menjalankan ibadah umrah, Fajar mengaku tidak mengetahui secara pasti karena tidak berada dalam satu rombongan.

Ia hanya menyebut beberapa kali berpapasan saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Jadi pelaksana ibadah di sini (Makkah, red) baik-baik saja tidak ada masalah sehingga secara umum kondisi jemaah umrah asal Trenggalek dalam keadaan aman,” ujarnya. 

Kabar Trenggalek - Sosial

Editor: Zamz