KBRT - Tahun 2026 ini, akan terjadi sebuah fenomena astronomi langka yaitu Gerhana Matahari Total dan Cincin Api yang muncul sekitar 360 hingga 410 tahun sekali. Munculnya kedua fenomena ini ditahun yang sama, sempat menarik perhatian publik.
Kemunculan gerhana matahari total, kini sedang menjadi sebuah perbincangan hangat bagi seluruh dunia setelah ditetapkan melalui kalender astronomi global.
Selain itu, perbincangan tentang hal ini semakin ramai, karena munculnya salah satu fenomena astronomi yang menakjubkan yaitu gerhana cincin api yang muncul pada tahun yang sama.
Tak hanya gerhana matahari, gerhana bulan total atau gerhana bulan sebagian, juga akan menghiasi langit malam pada tahun 2026 ini. Hal ini, membuat tahun 2026 menjadi tahun yang cukup spesial bagi para pecinta astronomi.
Lantas, tanggal berapa fenomena-fenomena ini terjadi?
Daftar Isi [Show]
Gerhana Matahari Cincin
Berdasarkan data dari Nasa, gerhana matahari cincin, akan terjadi pada tanggal 17 Februari 2026. Gerhana matahari cincin sendiri, merupakan fenomena saat bulan berada diantara matahari dan bumi, namun posisinya tidak sepenuhnya menutupi matahari karena posisinya lebih jauh.
Posisi tersebut, akan menciptakan sebuah cincin api atau anulus terang di sekeliling bulan yang gelap.
Masih dalam data Nasa, gerhana matahari cincin ini akan memiliki jalur utama berkisar di wilayah Antartika. Sedangkan di luar wilayah tersebut termasuk Indonesia, kalian hanya dapat melihat gerhana sebagian.
Gerhana Bulan Total
Setelah gerhana matahari cincin pada Februari, kita akan disambut dengan gerhana bulan total pada tanggal 3 Maret 2026. Gerhana ini, merupakan sebuah fenomena astronomi dimana bulan masuk kedalam bayangan inti bumi (umbra).
Hal tersebut, akan membuat bulan tampak berwarna kemerahan seperti sebuah darah. Fenomena ini, lebih akrab dikenal sebagai Bulan Merah Darah (Blood Moon), dan kerap dikaitkan dengan sebuah kejadian mistis.
Dalam data yang diterbitkan Nasa, gerhana bulan ini dapat dilihat pada beberapa wilayah dunia termasuk Asia dan Australia. Namun, BMKG masih belum mengeluarkan informasi pasti apakah wilayah Indonesia juga dapat menyaksikan fenomena ini.
Gerhana Matahari Total
Berdasarkan kalender astronomi global, gerhana matahari total akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Gerhana matahari total, adalah sebuah fenomena dimana bulan menutupi seluruh matahari.
Posisi dari bulan tersebut, akan menciptakan sebuah fenomena dimana matahari terlihat lebih redup dari sebelumnya. Kejadian spesial ini lah yang menjadi perbincangan dimana-mana.
Menariknya, jika kalian menelusuri gerhana matahari total pada laman pencarian Google, kalian akan disuguhkan animasi sebuah bulan yang menutupi matahari seperti fenomena yang terjadi pada gerhana matahari total.
Berdasarkan data astronomi global, jalur gerhana matahari total ini melintasi wilayah Greenland, Islandia, dan sebagian Eropa. Data ini, menunjukkan bahwa Indonesia tidak termasuk dalam jalur gerhana matahari total.
Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana bulan sebagian akan terjadi pada tanggal 27 hingga 28 Agustus 2026. Fenomena ini, akan menjadi penutup dari rangkaian fenomena gerhana pada tahun 2026 ini.
Gerhana bulan sebagian, merupakan fenomena dimana bumi berada diantara matahari dan bulan, namun posisinya tidak sejajar dengan sempurna. Sehingga hanya sebagian permukaan bumi yang tertutupi.
Gerhana bulan sebagian ini, dapat diamati di sebagian wilayah di dunia. Namun, BMKG masih belum mengeluarkan informasi resmi terkait apakah Indonesia juga termasuk dalam wilayah yang dapat menyaksikan fenomena tersebut.
Kabar Trenggalek - Hiburan
Editor: Zamz













