Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Trenggalek Melejit hingga Rp4 Juta per Ekor

Harga sapi kurban di Trenggalek melonjak menjelang Idul Adha 2026. Pedagang menyebut stok berkurang akibat trauma PMK.

Poin Penting

  • Harga sapi kurban di Trenggalek naik Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor jelang Idul Adha.
  • Pedagang menyebut trauma PMK membuat populasi sapi berkurang drastis.
  • Permintaan hewan kurban tetap tinggi, bahkan sapi Trenggalek dikirim hingga Jakarta.

TRENGGALEK - Harga hewan kurban di Kabupaten Trenggalek mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kenaikan paling terasa terjadi pada sapi kurban yang kini mengalami lonjakan hingga Rp3 juta sampai Rp4 juta per ekor.

Pantauan jurnalis Kabar Trenggalek saat Pasar Hewan Tamanan berlangsung pada Senin (11/05/2026), aktivitas jual beli ternak mulai ramai dipadati pedagang dan pembeli dari berbagai daerah.

Salah satu pedagang sapi asal Kecamatan Pogalan, Suwardi (61), mengatakan kenaikan harga sapi mulai terasa sejak pekan ini dan terus bergerak naik setiap pasaran.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya populasi sapi pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menyerang beberapa waktu lalu.

“Situasi harga sapi ada kenaikan yang signifikan mencapai 3 juta sampai 4 juta per ekor, yang masuk sebelumnya kurang dari itu harganya, karena dengan adanya Penyakit Mulut dan Kuku, orang-orang itu mengalami trauma, akhirnya jumlah sapinya berkurang banyak,” ujar Suwardi.

Ia menyebut, kenaikan harga kemungkinan masih akan terus berlangsung hingga mendekati Idul Adha sebelum kembali turun setelah momentum kurban selesai.

“Kenaikan mulai pekan ini, terus setiap pasaran itu naik, mungkin penurunan setelah Idul Adha itu,” katanya.

Meski harga naik cukup tajam, permintaan sapi kurban di Trenggalek disebut tetap tinggi. Suwardi mengaku sudah menjual hampir 100 ekor sapi dan masih memiliki stok dalam jumlah yang sama.

Tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, sapi dari Trenggalek juga mulai dikirim ke luar daerah, termasuk Jakarta.

ADVERTISEMENT

“Sudah sudah terjual hampir 100, stok sendiri 100, pengiriman juga sampai ke Jakarta kirim 30 ekor,” ungkapnya.

Menurut Suwardi, harga sapi kurban yang dianggap layak untuk Idul Adha saat ini minimal berada di kisaran Rp25 juta per ekor.

“Minimal yang pantas harga 25 juta, kalau kurang dari itu dipandang kurang untuk Idul Adha,” imbuhnya.

Sementara itu, kenaikan harga juga mulai terjadi pada kambing kurban meski tidak setinggi sapi. Pedagang kambing asal Kecamatan Pule, Misrianto (60), mengatakan harga kambing naik tipis dalam beberapa hari terakhir.

“Hari ini saya jual kambing 5 sudah laku 4 tinggal 1, ambil dari orang, segi harga sudah naik tapi dikit, kenaikannya ya mungkin ndak sampai 20 persen,” ujar Misrianto.

Ia menjelaskan, kambing yang dinilai layak kurban saat ini dijual di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per ekor. Seluruh kambing yang dijual berasal dari wilayah Trenggalek, khususnya Kecamatan Pule.

“Layak kurban 3,5 juta sampai 4 juta yang 5 juta juga ada, ini kambing dari Trenggalek, dari Kecamatan Pule,” katanya.

Misrianto mengaku masih memiliki stok kambing kurban di rumah sekitar 10 ekor. Penjualannya dilakukan di sejumlah pasar hewan lokal seperti Pasar Durenan dan Pasar Pule.

“Kalau stok kurban di rumah ada, hari ini sekitar ada 10, kenaikan sampai hari terakhir Idul Adha, saya jual di Pasar Durenan, Pasar Pule,” ujarnya. 

Kabar Trenggalek - Ekonomi

Editor: Zamz