TUGU, TRENGGALEK - Menjelang dua pekan Idul Adha, harga kambing jenis domba di Trenggalek mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan setelah sempat anjlok dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini dirasakan langsung oleh peternak, salah satunya Bagus Fatkurohman asal Desa Jambu, Kecamatan Tugu.
Bagus menyebut, penurunan harga terjadi cukup signifikan dalam dua bulan terakhir, diduga dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat.
“Dua bulan ini harga kambing sangat merosot, kami berharap bisa naik setidaknya seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Bagus, situasi mulai berubah mendekati momen kurban. Permintaan terhadap kambing jantan perlahan meningkat, diikuti harga yang ikut naik.
“Kondisinya hari kurang 2 minggu Idul Adha ini alhamdulillah varian yang masuk untuk korban kambing jantan sudah merangkak naik, yang pantas per ekor untuk jantan saat ini Rp3 juta sudah pantas,” katanya.
Meski mulai membaik, harga saat ini masih di bawah tahun lalu. Ia membandingkan, kambing dengan kualitas yang sama pada tahun sebelumnya bisa mencapai Rp3,5 juta per ekor.
“Kalau tahun lalu 3,5 juta itu kambingnya sama dengan harga saat ini yang Rp3 juta, berarti penurunan sudah 20 persen dibanding tahun lalu,” jelasnya.
Bagus juga mengungkapkan, lesunya pasar sempat membuat peternak kesulitan menjual ternak. Saat stok melimpah, justru pembeli minim.
“Untuk penjualan lesu jadi kalau dibilang sekarang membaik, tapi dua bulan lalu jumlah kambing banyak tapi pembeli lesu tidak ada,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat para peternak berharap tren kenaikan harga bisa terus berlanjut hingga mendekati hari raya, sehingga kerugian sebelumnya bisa tertutupi.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz





















