Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Imbas Dana BGN Tak Cair, Jumlah Dapur MBG Mandek Operasional di Trenggalek Tambah

Sebanyak 12 dapur Makan Bergizi Gratis di Trenggalek berhenti sementara sejak pertengahan Desember 2025 karena anggaran operasional belum dicairkan.

Poin Penting

  • Total 12 dapur MBG di Trenggalek menghentikan sementara operasional
  • Penyebab utama penghentian karena anggaran operasional belum cair
  • Sebagian dapur lainnya tetap beroperasi dengan pembiayaan mandiri

KBRTSebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek menghentikan sementara operasionalnya mulai 15 hingga 16 Desember 2025. Langkah tersebut diambil lantaran anggaran operasional belum juga dicairkan hingga pertengahan bulan ini.

Penghentian sementara itu disampaikan Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni. Ia menjelaskan, dari total 50 dapur MBG yang saat ini berstatus aktif di Trenggalek, sebagian masih bertahan dengan pembiayaan mandiri, sementara 12 dapur memilih berhenti sementara.

“Untuk dapur yang beroperasi di Kabupaten Trenggalek sampai hari ini ada 50 SPPG yang sudah operasional,” kata Saeroni, Selasa (16/12/2025).

Jumlah tersebut, menurut Saeroni, sudah mendekati kebutuhan ideal yang ditargetkan sekitar 60 dapur MBG di seluruh wilayah Trenggalek. Namun, berdasarkan laporan koordinator kabupaten SPPI, terdapat 12 dapur yang menghentikan kegiatan sementara waktu.

Rinciannya, sembilan dapur menghentikan operasional sejak 15 Desember 2025 dan tiga dapur lainnya menyusul pada 16 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

“Alasannya karena anggaran operasional SPPG tersebut belum cair sampai dengan tanggal 15 Desember. Informasi penghentian sementara juga sudah disampaikan ke sekolah,” jelasnya.

Saeroni menambahkan, meskipun hingga kini anggaran operasional untuk seluruh 50 dapur aktif juga belum cair, sebagian besar pengelola dapur tetap menjalankan program dengan biaya mandiri. Sementara itu, 12 dapur lainnya memilih menghentikan kegiatan dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Berikut daftar dapur MBG yang menghentikan sementara operasionalnya:

Berhenti operasional per 15 Desember 2025:

  • Kecamatan Panggul: SPPG Bodag dan SPPG Sawahan
  • Kecamatan Dongko: SPPG Petung
  • Kecamatan Trenggalek: SPPG Karangsoko 2, SPPG Karangsoko 3, dan SPPG Surodakan
  • Kecamatan Durenan: SPPG Kamulan
  • Kecamatan Pule: SPPG Pule
  • Kecamatan Kampak: SPPG Bendoagung 2

Berhenti operasional per 16 Desember 2025:

  • Kecamatan Tugu: SPPG Trenggalek Tugu Tumpuk
  • Kecamatan Trenggalek: SPPG Surodakan
  • Kecamatan Panggul: SPPG Nglebeng

Sementara terkait aspek perizinan, Saeroni menyebut saat ini sudah ada dua SPPG yang mengantongi dokumen SLHS. Selain itu, sekitar lima dapur lainnya telah melalui tahap verifikasi dan masih menunggu proses lanjutan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Yang keluar kemarin itu mengikuti dari OSS,” kata dia. 

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz