KBRT- Jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Trenggalek yang menghentikan sementara operasional kembali bertambah. Hingga Senin (22/12/2025), tercatat 15 dapur SPPG memilih berhenti beroperasi hingga batas waktu yang belum dapat dipastikan.
Penghentian sementara tersebut dipicu belum cairnya dana operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 8–20 Desember 2025 dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menyampaikan saat ini terdapat 50 dapur SPPG yang tercatat aktif di Trenggalek. Namun demikian, seluruh dapur tersebut sejatinya belum menerima pencairan dana operasional dari BGN.
“Dari total 50 dapur, semuanya belum cair anggarannya. Sebanyak 35 dapur masih beroperasi menggunakan dana mandiri, sementara 15 dapur memilih berhenti sementara,” ujar Saeroni.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Indonesia (SPPI) Kabupaten Trenggalek, penghentian operasional dilakukan secara bertahap sejak pertengahan Desember 2025.
Penghentian sementara itu, lanjut Saeroni, telah disampaikan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat MBG agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Adapun rincian dapur SPPG yang menghentikan sementara operasional sebagai berikut:
Berhenti per 15 Desember 2025 (9 dapur):
- Kecamatan Panggul: SPPG Bodag, SPPG Sawahan
- Kecamatan Dongko: SPPG Petung
- Kecamatan Trenggalek: SPPG Karangsoko 2, SPPG Karangsoko 3, SPPG Surodakan
- Kecamatan Durenan: SPPG Kamulan
- Kecamatan Pule: SPPG Pule
- Kecamatan Kampak: SPPG Bendoagung 2
Berhenti per 16 Desember 2025 (3 dapur):
- Kecamatan Tugu: SPPG Tumpuk
- Kecamatan Trenggalek: SPPG Surodakan
- Kecamatan Panggul: SPPG Nglebeng
- Berhenti per 18 Desember 2025 (1 dapur):
- Kecamatan Bendungan: SPPG Srabah
- Berhenti per 22 Desember 2025 (2 dapur):
- Kecamatan Panggul: SPPG Banjar
Kecamatan Munjungan: SPPG Ngulungkulon
Meski demikian, Saeroni menyebut secara capaian jumlah dapur SPPG di Trenggalek hampir memenuhi target awal.
“Kalau dilihat dari target, SPPG aktif di Trenggalek sudah hampir terpenuhi. Hampir semuanya sudah operasional,” katanya.
Terkait perizinan, ia mengungkapkan hingga saat ini baru dua dapur SPPG yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Sementara lima dapur lainnya masih dalam proses verifikasi, dan belum ada tambahan penerbitan SLHS melalui sistem OSS,” ungkapnya.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait keterlambatan pencairan dana MBG yang berdampak pada berhentinya sementara sejumlah dapur SPPG di Trenggalek.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















