TRENGGALEK - Suasana Pasar Basah Trenggalek mulai dipenuhi penjual ketupat menjelang Lebaran Ketupat. Salah satunya Paito, warga Desa Ngares, yang sudah menekuni usaha musiman ini sejak 2014.
Di antara deretan janur yang ditata rapi, Paito tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Ia mengaku mulai berjualan sejak hari kelima setelah Idulfitri, mengikuti tradisi masyarakat yang merayakan Lebaran Ketupat.
"Sudah sejak tahun 2014, ini musiman ini ramai penjualannya, mulai hari raya 5 sudah mulai jualan, kalau per biji Rp1000," kata Paito.
Ketupat yang dijual Paito dibanderol Rp1.000 per buah. Ia biasanya menjual dalam bentuk ikatan berisi 10 buah dengan harga Rp10.000. Untuk bahan baku janur, ia mendapatkannya langsung dari petani.
"Satu ikat isinya 10, jadi saya jual Rp10.000, kalau bahan baku sendiri dari sana sudah beli, dari petani, kalau di sana, satu janur Rp500, kalau keuntungan tidak tentu, kalau hari raya tahun lalu ramai, tahun ini agak sepi," ujarnya.
Dalam sehari, Paito mampu menjual sekitar 300 ketupat. Meski begitu, ia menyebut jumlah pembeli tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya.
"Kalau hari ini sekitar 300 ketupat, perhari, ramai biasanya menjelang lebaran ketupat," katanya.
Meski penjualan belum maksimal, Paito tetap berharap momentum Lebaran Ketupat bisa mendongkrak pembeli dalam beberapa hari ke depan.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz






















