Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

MBG Trenggalek Restart Usai Lebaran, Menu Kini Wajib Basah dan Tanpa Sistem Rapel

Program MBG Trenggalek kembali berjalan usai Lebaran dengan aturan baru: menu basah wajib dan distribusi tanpa sistem rapel.

Poin Penting

  • MBG Trenggalek kembali berjalan usai Lebaran dengan aturan baru
  • Menu basah diwajibkan, sistem rapel resmi dihentikan
  • Distribusi disesuaikan jadwal sekolah dan menyasar kelompok rentan

TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek kembali dijalankan setelah libur Lebaran 2026. Kali ini, pemerintah menerapkan sejumlah aturan baru, mulai dari kewajiban menu basah hingga pelarangan sistem rapel, demi menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, menjelaskan perubahan kebijakan ini difokuskan pada peningkatan mutu gizi sekaligus keamanan konsumsi makanan.

“Untuk menjamin kualitas makanan kepada anak-anak kita, nilai gizinya harus sesuai. Salah satu kebijakan adalah menggunakan menu basah, jadi tidak ada lagi yang dikemas plastik,” ujarnya.

Menurutnya, makanan kini disajikan menggunakan wadah khusus seperti ompreng agar lebih higienis dan layak dikonsumsi.

Selain itu, distribusi dengan sistem rapel—yakni pemberian makanan untuk beberapa hari sekaligus—resmi dihentikan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan makanan yang diterima tetap segar.

ADVERTISEMENT

“Menu rapel tidak diizinkan supaya makanan benar-benar fresh. Kalau dirapel, dikhawatirkan bisa basi atau dingin,” jelasnya.

Sunarto menegaskan, seluruh menu yang dibagikan setiap hari akan berbentuk makanan basah dengan standar gizi yang telah ditentukan.

Pelaksanaan program MBG juga disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar di masing-masing sekolah. Sekolah dengan sistem lima hari belajar akan menerima distribusi lima hari, sementara sekolah enam hari tetap mengikuti jadwal enam hari.

“Menyesuaikan sekolah masing-masing. Yang lima hari ya lima, yang enam hari ya enam,” katanya.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz