Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Suguhkan Menu Pentol Balado, MBG Yayasan Al Mursyid Trenggalek Diduga Basi

Sejumlah wali murid di Trenggalek memprotes kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis setelah menemukan makanan diduga basi dari dapur SPPG.

Poin Penting

  • Wali murid mengeluhkan menu MBG diduga basi.
  • Paket makanan berasal dari dapur SPPG Al-Mursyid Ngetal.
  • Keluhan kualitas menu disebut bukan pertama kali terjadi.

TRENGGALEK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek kembali mendapat komplain dari wali murid. Kali ini, sejumlah orang tua mengeluhkan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa karena diduga sudah basi.

Keluhan muncul pada Senin (9/3/2026) ketika siswa dari jenjang TK hingga MI menerima paket makanan berupa pentol balado dari dapur SPPG Al-Mursyid Ngetal. Beberapa siswa disebut mencium bau tidak sedap dari menu tersebut.

Temuan itu langsung memicu kekhawatiran para orang tua terhadap keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah.

Salah satu wali murid, Santi (nama samaran), mengatakan ia mengetahui kondisi makanan itu setelah anaknya pulang sekolah dan bercerita saat jam makan siang.

"Menu MBG hari ini dari Al-Mursyid berupa pentol balado, kondisinya sudah basi," ujar Santi kepada wartawan.

Menurutnya, paket makanan tersebut tidak hanya diterima satu sekolah. Menu yang sama juga didistribusikan ke sejumlah kelompok penerima manfaat lainnya.

"Menu itu diterima oleh banyak penerima manfaat, mulai dari TK, MI, SD, hingga layanan Posyandu. Di grup komunikasi wali murid, masalah ini sudah ramai dibahas," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut sempat ada informasi bahwa menu tersebut akan diganti oleh pihak penyedia. Namun hingga saat ini para orang tua belum menerima kepastian lebih lanjut.

"Katanya mau diganti, tapi belum jelas kapan," keluhnya.

Beberapa wali murid juga menilai persoalan kualitas menu dalam program MBG di dapur penyedia tersebut bukan kali pertama terjadi.

Santi menyebut pada 13 Februari 2026 lalu, siswa sempat menerima paket buah yang disebut dalam kondisi tidak layak konsumsi. Keluhan kembali muncul pada 23 Februari 2026 terkait menu telur yang dianggap kurang baik kualitasnya.

Rangkaian keluhan itu membuat para orang tua mempertanyakan proses pengawasan kualitas makanan dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.

"Keluhan menu sudah berulang kali terjadi, tapi masih saja terulang," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Trenggalek, Neo Ordikla, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan terkait dugaan makanan basi tersebut belum mendapatkan respons.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz