TRENGGALEK - Suasana haru terasa sejak dini hari di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Senin (18/05/2026). Ratusan keluarga tampak mengantar keberangkatan jemaah calon haji (JCH) yang mulai diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo sebelum terbang ke Tanah Suci.
Tahun ini, Kabupaten Trenggalek memberangkatkan total 451 jamaah calon haji yang terbagi dalam tiga kloter keberangkatan. Sebagian besar jamaah masuk kloter 105 dan 106 yang diberangkatkan lebih awal.
Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, mengatakan pemerintah daerah ikut memastikan proses keberangkatan berjalan lancar, mulai transportasi hingga pengawalan perjalanan jamaah.
“Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberangkatkan 451 Jamaah Calon Haji,” ujar Edy.
Ia juga menyampaikan doa agar seluruh jamaah diberi kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan seluruh masyarakat mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Teriring doa kami kepada seluruh Jamaah Calon Haji Kabupaten Trenggalek diberi kesehatan, dimudahkan dan mendapatkan kelancaran,” lanjutnya.
Dari total 451 jamaah, sebanyak 348 orang tergabung dalam kloter 105 bersama jamaah asal Tulungagung. Sementara 100 jamaah lainnya masuk kloter 106 bersama rombongan dari Kota dan Kabupaten Blitar. Sedangkan tiga jamaah sisanya dijadwalkan berangkat lewat kloter 109.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Trenggalek, N Adib Mashuri, menjelaskan ada beberapa perubahan data menjelang keberangkatan. Dua jamaah batal berangkat karena satu meninggal dunia dan satu lainnya sakit.
“Ada yang tidak jadi berangkat karena meninggal dunia atas nama Mbah Paryo dari Kecamatan Munjungan. Jamaah yang tidak jadi berangkat karena sakit juga ada, atas nama Mbah Muzali dari Kecamatan Tugu,” jelas Adib.
Menurutnya, posisi jamaah yang batal berangkat langsung digantikan peserta dari kuota cadangan sehingga jumlah keberangkatan tetap terpenuhi.
Untuk mendukung perjalanan jamaah, Pemkab Trenggalek menyiapkan total 12 armada bus. Sebanyak 10 bus difasilitasi pemerintah daerah, sementara dua lainnya berasal dari jamaah.
Selain itu, rombongan juga mendapat pengawalan dari kepolisian serta dukungan ambulans dari Dinas Kesehatan selama perjalanan menuju embarkasi.
“Terus nanti juga ada pengawalan dari Polres, dan juga Ambulance dari Dinas Kesehatan,” kata Adib.
Sementara itu, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Trenggalek, H. Moh. Rofiq Hindiono, mengingatkan jamaah untuk lebih memperhatikan kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Apalagi mayoritas jamaah tahun ini didominasi usia lanjut.
“Yang utama bersifat pribadi karena jamaah paling banyak itu di usia lansia. Otomatis selain bekal selama perjalanan dan proses ibadah adalah obat,” ujar Rofiq yang juga berprofesi sebagai dokter.
Mantan Direktur RSUD Trenggalek itu menyebut para jamaah sebenarnya sudah mendapat pembekalan lewat manasik dan pendampingan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Namun ada sedikit perbedaan tahun ini. Jika sebelumnya IPHI bisa mendampingi jamaah hingga Asrama Haji Sukolilo, kini pengantaran hanya dilakukan sampai Pendopo Trenggalek karena kapasitas asrama haji yang terbatas.
Meski begitu, Rofiq berharap perubahan teknis tersebut tidak mengurangi semangat jamaah dalam menjalankan ibadah haji tahun ini.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz




















