KBRT - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek mencatat jumlah pengangguran pada Agustus 2025 masih berada di angka belasan ribu orang. Dari total angkatan kerja sebanyak 470.751 orang, tercatat 18.153 orang berstatus tidak bekerja.
Ketua Tim Statistik Sosial BPS Trenggalek, Samsul Ma’arif, menjelaskan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 berada di angka 3,86 persen. Angka tersebut turun 0,04 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Penduduk yang bekerja pada Agustus 2025 sebanyak 452.598 orang, berkurang 11.481 orang dibandingkan Agustus 2024. Sementara jumlah pengangguran tercatat 18.153 orang,” ujar Samsul.
Ia menyebutkan, secara keseluruhan jumlah angkatan kerja di Trenggalek mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Pada Agustus 2025, angkatan kerja tercatat sebanyak 470.751 orang, turun 12.146 orang dibandingkan Agustus 2024. Kondisi ini turut berdampak pada menurunnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 2,41 persen poin menjadi 77,67 persen.
Di sisi lain, jumlah penduduk usia kerja justru mengalami kenaikan. BPS mencatat penduduk usia kerja di Trenggalek mencapai 606.110 orang atau bertambah 3.102 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya masuk dalam kategori angkatan kerja.
Dari struktur lapangan usaha, Samsul mengungkapkan bahwa penurunan tenaga kerja paling besar terjadi di sektor pertanian. Sektor ini kehilangan puluhan ribu pekerja dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya, sektor manufaktur dan jasa-jasa menunjukkan tren positif dengan penambahan jumlah tenaga kerja.
“Penurunan tenaga kerja paling besar terjadi di sektor pertanian yang berkurang 55.749 orang. Sementara sektor manufaktur dan jasa-jasa masing-masing mengalami peningkatan 25.555 orang dan 18.713 orang,” jelasnya.
Meski demikian, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Trenggalek dengan porsi 38,22 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor jasa-jasa sebesar 34,05 persen dan manufaktur 27,73 persen.
Dibandingkan tahun sebelumnya, porsi pertanian mengalami penurunan, sementara manufaktur dan jasa-jasa terus menguat.
Dari sisi status pekerjaan, mayoritas penduduk bekerja masih didominasi oleh kelompok berusaha sendiri. Selain itu, proporsi pekerja formal tercatat mengalami peningkatan.
“Proporsi pekerja formal tercatat sebanyak 123.507 orang atau 27,29 persen, naik 2,20 persen poin dibandingkan Agustus 2024,” kata Samsul.
Berdasarkan tingkat pendidikan, pengangguran dan pekerja di Trenggalek masih didominasi lulusan pendidikan dasar. Sementara untuk TPT, lulusan SMA kejuruan tercatat sebagai kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi.
“Tingginya TPT lulusan SMA kejuruan diduga karena masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja,” kata dia.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz



















