Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Warga Kecamatan Trenggalek Wadul Banjir hingga Jalan Rusak di Musrenbang 2026

Musrenbang Kecamatan Trenggalek 2026 menyerap aspirasi warga, mulai dari penanganan banjir, perbaikan jalan, hingga penguatan ekonomi desa.

Poin Penting

  • Banjir Sungai Ngasinan jadi perhatian utama warga kota
  • Jalan rusak dan bantuan ternak ikut masuk daftar usulan
  • Total sembilan program prioritas diusulkan ke Pemkab Trenggale

KBRT - Masalah banjir hingga kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Trenggalek Tahun 2026. Aspirasi masyarakat tersebut diserap Pemkab Trenggalek sebagai bahan penyusunan RKPD Kabupaten Trenggalek Tahun 2027, Kamis (05/02/2026).

Wilayah kecamatan kota disebut menjadi salah satu kawasan paling rawan terdampak banjir saat musim hujan, terutama akibat luapan Sungai Ngasinan. Kondisi ini mendorong masyarakat meminta penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan.

“Kalau untuk banjir memang sudah ada program untuk Tahun 2026 di beberapa titik salah satunya di depan Kharisma Agung Plaza. Itu memang sudah rumuskan dalam rangka untuk mengatasi permasalahan banjir yang ada di Kecamatan Trenggalek,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Trenggalek, Saeroni.

Selain banjir, persoalan infrastruktur jalan juga menjadi keluhan yang cukup dominan. Warga mengusulkan perbaikan jalan rusak, baik yang menjadi kewenangan kabupaten maupun desa.

Untuk jalan desa, pembiayaan diusulkan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) agar pelaksanaannya bisa langsung ditangani pemerintah desa sesuai kewenangannya.

“Sehingga hingga nanti pengerjaannya sesuai dengan kewenangan yang ada di pemerintah desa,” terang Saeroni.

ADVERTISEMENT

Dari sektor ekonomi, masyarakat juga mendorong adanya bantuan ternak kambing sebagai upaya meningkatkan pendapatan warga perdesaan dan memperkuat ekonomi lokal.

Seluruh usulan dari Musrenbang kecamatan selanjutnya akan dikompilasi untuk dibahas dalam forum OPD, sebelum kembali difinalisasi pada Musrenbang Kabupaten Trenggalek.

“Di dalam Musrenbang tingkat kecamatan ini prioritas yang diusulkan dari masing-masing kecamatan itu ada sembilan usulan (program),” jelas Saeroni.

Dari sembilan usulan tersebut, rinciannya terdiri dari dua sektor ekonomi, dua sektor sosial kemasyarakatan, tiga sektor infrastruktur, serta dua sektor pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

“Nanti dari masing-masing kecamatan tentunya usulannya akan beda-beda, misalnya saja infrastruktur apa yang diusulkan itu apakah jalan atau tembok penahan jalan dan lain sebagainya,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Plt Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek ini.

Meski beragam, seluruh usulan akan diseleksi dan disesuaikan dengan tema Musrenbang 2026, yakni Penguatan Komunitas dan Lintas Sektor dalam Rangka Mewujudkan Kota Atraktif.

Kabar Trenggalek - Politik

Editor: Zamz