Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Tak Sekadar Takbiran, Mas Ipin Ajak Warga Trenggalek “Closing” Ramadan dengan Doa Pengampunan

TRENGGALEK - Euforia malam takbiran di Trenggalek bukan cuma soal gema takbir. Di momen penutup Ramadan 1447 H, ada pesan yang lebih dalam: refleksi dan harapan agar satu bulan ibadah benar-benar berbuah ampunan.

Ramadan resmi berlalu. Suara takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang di berbagai penjuru, jadi penanda kemenangan umat Muslim setelah sebulan penuh menahan lapar, haus, dan hawa nafsu. Di balik suasana haru dan bahagia itu, terselip perasaan kehilangan akan bulan penuh maghfiroh.

Di Masjid Agung Baiturrahman Trenggalek, gema takbir terasa sedikit berbeda. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, secara khusus meminta agar Sayyidul Istighfar turut dibacakan bersama rangkaian takbir.

Bukan tanpa alasan. Doa yang dikenal sebagai “rajanya istighfar” itu dipilih sebagai penutup Ramadan, dengan harapan seluruh amalan selama sebulan terakhir benar-benar diterima dan diampuni oleh Allah SWT.

“Namanya kita ditinggal Ramadan, ini kan bulan penuh maghfiroh. Doa saya untuk masyarakat, termasuk saya pribadi, semoga dalam bulan ini sudah diampuni oleh Allah SWT,” ujar Mas Ipin. 

ADVERTISEMENT

Ia juga menegaskan, permintaan pembacaan Sayyidul Istighfar bukan sekadar simbolis, tapi bentuk pengingat agar masyarakat tidak hanya merayakan Idulfitri secara lahir, tapi juga membawa pulang nilai spiritualnya.

“Makanya tadi saya minta dibacakan Sayyidul Istighfar, selain takbir. Semoga seluruh masyarakat Trenggalek mendapatkan pengampunan dari Allah SWT,” imbuhnya.

Usai kegiatan takbiran, Mas Ipin bersama jajaran Forkopimda melanjutkan agenda dengan meninjau kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka menyambangi Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru Polres Trenggalek yang berada di area parkir Agro Park.

Dari hasil pemantauan, situasi malam takbiran terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Jadi, malam takbiran di Trenggalek kali ini bukan cuma soal “menang” setelah puasa, tapi juga momen buat ngecek: sudah sejauh mana kita benar-benar berubah setelah Ramadan.

Kabar Trenggalek - Advertorial

Editor: Zamz