Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Cerita Pemudik di Terminal Trengggalek: Antre Jam Berangkat di Surabaya Sampai 3 Jam

Lonjakan pemudik di Terminal Surodakan Trenggalek bikin antrean panjang, penumpang rela tunggu berjam-jam dan bayar lebih mahal.

Poin Penting

  • Pemudik harus antre hingga 3 jam demi dapat bus ke Trenggalek
  • Tarif bus patas naik dari Rp 65 ribu jadi Rp 100 ribu
  • Lonjakan penumpang tembus ribuan orang per hari jelang Lebaran

TRENGGALEK - Lonjakan penumpang jelang Lebaran 2026 mulai terasa di Terminal Tipe A Surodakan, Trenggalek. Bagi sebagian pemudik, perjalanan pulang tak lagi sekadar soal jarak, tapi juga soal sabar antre dan siap keluar biaya lebih.

Salah satu pemudik, Hayu, mengaku harus menunggu hingga tiga jam demi mendapatkan bus dari Surabaya ke Trenggalek. Ia berangkat dari Terminal Purabaya, Sidoarjo, sejak pagi.

“Saya sudah di terminal jam 9 pagi, baru dapat bus jam 12 siang,” kata Hayu.

Perempuan berkacamata itu memilih tidak naik bus ekonomi karena kondisinya terlalu penuh. Ia akhirnya memilih bus patas meski tarifnya melonjak cukup tinggi.

“Biasanya Rp 65 ribu sekarang Rp 100 ribu. Dari pada tidak dapat, tidak bisa pulang, akhirnya saya tetap naik,” terangnya.

Lonjakan jumlah penumpang ini juga dibenarkan oleh Staf Bagian Lalu Lintas dan Transportasi Terminal Surodakan, David Ganapibi. Ia menyebut peningkatan mulai terlihat sejak 13 Maret 2026.

Pada hari biasa, jumlah kedatangan penumpang berkisar 200 orang. Namun pada 13 Maret, angka tersebut melonjak menjadi 717 penumpang.

ADVERTISEMENT

“Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada hari ini. Mulai pukul 8.00 WIB hingga 16.00 WIB, kedatangan penumpang sudah mencapai 1.450 orang,” kata David.

Jumlah itu diperkirakan masih terus bertambah hingga malam hari, bahkan bisa menembus 2.500 penumpang.

Kenaikan penumpang terjadi di berbagai rute, baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Namun, rute Surabaya–Trenggalek menjadi yang paling padat.

“Ada yang dari Surabaya - Trenggalek, Jakarta - Trenggalek, Bali - Trenggalek, Banyuwangi - Trenggalek. Tapi paling banyak trayek dari Surabaya,” lanjutnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan, sejumlah perusahaan otobus menambah armada. Meski begitu, kepadatan penumpang tetap terasa, terutama di jam-jam sibuk.

Data Terminal Surodakan mencatat tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kedatangan penumpang terus meningkat sejak pertengahan Maret, dengan angka tertinggi terjadi pada 18 Maret yang mencapai 2.135 orang.

Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari terminal juga menunjukkan tren serupa, meski tidak setinggi arus kedatangan.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz