Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Nelayan Situbondo Selamat Setelah 4 Jam Terombang-ambing, Dievakuasi ke Prigi Trenggalek

Nelayan Situbondo selamat usai terombang-ambing 4 jam di laut, ditemukan kapal batubara dan dievakuasi ke Pelabuhan Prigi Trenggalek.

Poin Penting

  • Nelayan Situbondo selamat usai 4 jam terombang-ambing di laut
  • Bertahan hidup dengan jerigen setelah perahu tenggelam dihantam ombak
  • Dievakuasi ke Pelabuhan Prigi Trenggalek, kondisi korban dinyatakan sehat

WATULIMO, TRENGGALEK - Seorang nelayan asal Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, selamat setelah terombang-ambing di laut selama sekitar empat jam usai perahunya tenggelam, Minggu (29/3/2026) malam.

Korban bernama Imam Junaedi (46) ditemukan dalam kondisi hidup di perairan Tanjung Mebulu, Uluwatu, Bali Selatan, setelah kapal pengangkut batubara SLM Josephine menerima sinyal darurat (mayday) dan melakukan pencarian di lokasi.

Imam kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Prigi, Kabupaten Trenggalek, untuk mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dipulangkan ke keluarganya dalam kondisi selamat.

Insiden bermula sekitar pukul 21.00 WIB saat kapal SLM Josephine yang berlayar dari Berau menuju Cilacap menangkap sinyal mayday dari perairan Bali Selatan. Menindaklanjuti sinyal tersebut, kru kapal langsung melakukan komunikasi dan menyisir titik dugaan lokasi korban.

Upaya pencarian itu membuahkan hasil. Awak kapal menemukan Imam dalam kondisi masih bertahan hidup di tengah laut setelah perahu jenis jukung bercadik miliknya diduga terbalik akibat dihantam gelombang besar.

Selama berjuang di laut, Imam bertahan dengan berpegangan pada jerigen yang tersisa dari perahunya.

ADVERTISEMENT

Ketua Tim Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, mengatakan pihaknya segera melakukan koordinasi lintas instansi setelah menerima informasi evakuasi tersebut.

“Setelah menerima informasi, kami segera berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menentukan lokasi penyandaran terdekat yang memiliki fasilitas memadai,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Koordinasi melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Kesyahbandaran Pelabuhan Prigi, Pos TNI AL, hingga Polairud.

Hasil koordinasi menetapkan Pelabuhan Prigi sebagai titik sandar kapal karena dinilai paling dekat dan siap menangani korban.

Tim kemudian melakukan intersepsi di perairan Teluk Prigi sebelum korban dievakuasi ke darat untuk pemeriksaan medis.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat, korban di jemput oleh pihak keluarganya dan sudah diperbolehkan pulang.” kata dia.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz