TRENGGALEK - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek mulai tancap gas di awal pembentukannya tahun 2026 dengan turun langsung ke cabang olahraga (cabor). Langkah ini dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus menyusun program kerja berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Pelaksana tugas Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, mengatakan pihaknya sengaja menggelar forum santai bersama cabor yang berada di bawah naungan KONI Trenggalek.
“Intinya kami kemarin mengadakan inovasi, yang selama ini mungkin hanya mendengar selentingan itu aja, senyampang ini masih awal tahun, kami mempunyai program untuk ngobrol santai dengan teman-teman cabang olahraga dibawah Koni Trenggalek,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Dispora mengatur pertemuan secara bertahap dengan skema empat cabang olahraga setiap hari. Forum ini dimanfaatkan untuk menggali berbagai persoalan sekaligus mendengar langsung program kerja masing-masing cabor.
“Kami mengadakan desk per hari 4 cabor, kami ingin berdiskusi dengan teman-teman cabor, kami pengen tahu keluh kesah mereka dan paling utama terkait program kerja di masing-masing Cabang Olahraga,” jelasnya.
Arief menambahkan, seluruh masukan yang dihimpun akan dijadikan dasar dalam menyusun arah kebijakan Dispora ke depan, setidaknya sebagai fondasi awal di tahun pertama.
“Dan masukan yang mereka sampaikan ke kami menjadi dasar untuk menyusun sebuah program kerja, minimal tahun 2026 ini bisa meletakkan dasar meskipun yang anggaran APBD 2026 induk sudah berjalan,” tambahnya.
Dari hasil diskusi sementara, sejumlah persoalan klasik masih mendominasi, mulai dari keterbatasan anggaran, minimnya fasilitas, hingga kebutuhan pembinaan atlet yang lebih konsisten.
“Rata-rata di trenggalek cabor soal anggaran masih terbatas rata-rata soal fasilitas, mungkin lebih lagi ke jadwal pembinaan, mereka menekankan pemerintah selalu hadir proses pembinaan dan fasilitasi,” paparnya.
Dispora pun membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KONI dan instansi lain, untuk mendukung peningkatan kualitas atlet.
“Dinas Pemuda dan Olahraga menyambut baik ketika bisa kolaborasi, akan kami lakukan fasilitasi, meskipun nanti tidak langsung dalam bentuk anggaran paling tidak pendampingan teman-teman yang mau meningkatkan kualitas atlet maupun sarana dan prasarananya, yang mereka butuhkan,” lanjutnya.
Selain itu, isu penghargaan bagi atlet berprestasi juga menjadi sorotan. Dispora berencana memperbaiki standar reward agar atlet merasa lebih diapresiasi.
“Kemarin mendapatkan masukan dari cabor, mereka mengeluhkan reward terhadap atlet yang selama ini memiliki prestasi kalau bisa diperhatikan lagi,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, Dispora juga menjajaki kerja sama dengan dinas pendidikan dan perguruan tinggi untuk mendukung masa depan atlet, tidak hanya dari sisi prestasi tetapi juga pendidikan.
Dengan pendekatan ini, Dispora berharap punya data dan arah yang jelas untuk membangun ekosistem olahraga di Trenggalek agar lebih berkembang dan kompetitif.
Kabar Trenggalek - Advertorial
Editor: Zamz













.jpeg)







