TRENGGALEK - Suasana berburu takjil di Trenggalek selama Ramadan 1447 H/2026 tetap terasa hidup. Meski jumlah pedagang di beberapa titik mengalami perubahan, omzet penjualan justru dilaporkan meningkat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, menyebutkan bahwa aktivitas pedagang takjil masih cukup ramai, terutama di kawasan strategis seperti Alun-alun Trenggalek.
“Yang takjil jumlahnya berkurang halaman pasar pon trenggalek sebelah timur tidak banyak terisi, dan ada pedagang baru juga ada di sana. Dari pedagang takjil yang di pasar pon 35-45, nggak pasti, karena setiap hari tidak jualan” ujarnya.
Sementara itu, di kawasan Alun-alun Trenggalek, jumlah pedagang takjil justru lebih banyak, bahkan mencapai ratusan lapak.
“kalau di alun-alun trenggalek sampai 100 an. Ada kenaikan omset, Kemarin, Senin (16/03/2026) lalu mereka mengucapkan rasa syukur dengan berbagi takjil. Dari bagian ummat islam yang senang datang bulan ramadan dan susah ketika bulan ramadan selesai ya pedagang takjil ini” jelasnya
Peningkatan omzet ini menjadi kabar baik bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari momentum Ramadan.
Meski demikian, harga takjil mengalami kenaikan tipis akibat naiknya harga bahan pokok. Namun, pedagang tetap berusaha menyesuaikan agar tetap terjangkau.
“Harga takjil naik sedikit, karena bahan pokok, kalau minuman standard, mereka bisa menyesuaikan, dan mendapat omset yang lumayan, dan mereka tetap menjaga kebersihan di tempat jualan, mereka juga berpakaian rapi” katanya
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor usaha mikro di Trenggalek tetap bergerak selama Ramadan, dengan pedagang yang beradaptasi menjaga kualitas sekaligus menarik minat pembeli.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz





















