Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Traktor Bantuan Masuk Ngetal, Petani Lebih Ngebut Olah Sawah, Isu Pilkades Ikut Menghangat

Bantuan traktor untuk petani Desa Ngetal, Trenggalek, dinilai mempercepat pengolahan lahan. Di sisi lain, muncul dinamika jelang Pilkades 2027.

Poin Penting

  • Traktor bantuan dinilai percepat pengolahan lahan petani Ngetal
  • Petani sebut biaya produksi bisa ditekan dan kerja lebih efisien
  • Muncul dinamika politik desa jelang Pilkades 2027

POGALAN, TRENGGALEK - Kelompok tani di Desa Ngetal, Kecamatan Trenggalek, mulai merasakan dampak bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor bajak sawah. Bantuan tersebut dinilai membantu percepatan pengolahan lahan sekaligus menekan biaya produksi petani.

Di saat yang sama, penyaluran bantuan ini juga memunculkan dinamika baru di tingkat desa menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2027.

Ketua DPC Partai Gerindra Trenggalek, Adib Patoni, menyebut bantuan traktor tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi petani yang disampaikan melalui jalur legislatif.

"Kami memperjuangkan aspirasi ini melalui Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini traktor bajak sawah tersebut sudah terealisasi dan siap memberikan manfaat bagi petani," ujar Adib.

Ia menekankan, pengelolaan alsintan harus dilakukan secara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan merata oleh petani.

"Kami ingin petani mengelola alat ini bersama agar seluruh petani merasakan manfaatnya, terutama dalam efisiensi pengolahan lahan sawah," imbuhnya.

Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur, Mungin, mengatakan alat tersebut membantu pekerjaan petani yang selama ini terkendala tenaga dan biaya.

ADVERTISEMENT

"Bantuan ini sangat bermanfaat. Kami mengelola lahan sekitar 40 hektare. Dengan traktor ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan menekan biaya," kata Mungin.

Secara keseluruhan, lahan pertanian di Desa Ngetal mencapai sekitar 110 hektare yang dikelola oleh tiga kelompok tani, yakni Sumber Makmur, Lohjinawi, dan Margo Utomo.

Di luar aspek pertanian, muncul pembicaraan warga terkait peran Suharyanto yang ikut menjembatani aspirasi petani. Ia disebut aktif mengomunikasikan kebutuhan kelompok tani hingga bantuan bisa terealisasi.

"Mas Suharyanto aktif menjembatani keluhan petani di desanya. Berkat komunikasi intens yang ia bangun, kami bisa meneruskan aspirasi ini hingga tembus ke tingkat provinsi," ungkap Adib.

Menanggapi isu pencalonannya dalam Pilkades 2027, Suharyanto mengaku saat ini masih fokus pada kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Saya melihat banyak petani mengeluh soal alat dan biaya operasional. Karena itu, saya berkoordinasi dengan DPC Gerindra agar ada solusi nyata. Soal Pilkades, bismillah, niat saya hanya ingin mengabdi. Jika diberi amanah, saya ingin membawa Desa Ngetal lebih maju," tuturnya.

Kabar Trenggalek - Politik

Editor: Zamz