TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin diam-diam menyiapkan talenta sepak bola daerah dengan membentuk MNA Football Club. Klub tersebut bahkan telah memulai latihan perdana pada Jumat (03/04/2026) di Stadion Menak Sopal, Trenggalek.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya membuka jalur baru pembinaan pemain muda, di luar skema kompetisi yang selama ini berjalan melalui asosiasi sepak bola setempat.
Dari penelusuran, akun media sosial resmi @mnafootballclub pada 27 Maret 2026 mengunggah surat pemanggilan pemain untuk mengikuti pelatihan awal. Dalam surat tersebut, Mochamad Nur Arifin—yang akrab disapa Mas Ipin—tercantum sebagai bagian dari manajemen MNA Football Club.
Mas Ipin menyebut pembentukan klub ini merupakan gerakan gotong royong untuk mengembangkan potensi pemain lokal agar memiliki akses lebih luas ke kompetisi regional hingga nasional.
"Itu gini jadi teman-teman pengen talenta yang ada di Trenggalek ini kemudian punya jalan, kami tidak selama menggantungkan kepada mungkin Asosiasi yang eksisting atau apa, jadi kami gotong royong saling bahu membahu," kata dia.
Ia menambahkan, fokus utama MNA Football Club adalah menjaring talenta dan membuka peluang mereka untuk tampil di berbagai kompetisi.
"Maka saya fokuskan cari talent, kemudian ikut kompetisi-kompetisi yang skalanya regional sampai nasional, sehingga harapannya bisa jadi talent scouting. Dan sekalian, saya minta teman-teman disana menjadi agen representatif untuk meneruskan kalau ada bibit baik bisa dititipkan di klub mana maupun di transfer klub mana," paparnya.
Mas Ipin menjelaskan, keberadaan MNA Football Club tidak untuk menggantikan peran Asosiasi Kabupaten (Askab), melainkan sebagai pelengkap dalam pembinaan sepak bola di Trenggalek.
"Kalau Askab nanti membina kompetisi internal sehingga klub dalam hal ini Persiga, jadi kalau yang ini gerakan gotong royong, MNA itu sebenarnya bukan nama saya, itu MNA namanya para pelaku bola kawakan, M itu Moah, N itu Nanda Setyoko, A itu Ali, mereka yang menjadi coach yang membina talenta untuk bisa berkembang di luar jalur yang disediakan ASKAB," kelakarnya.
Kabar Trenggalek - Olahraga
Editor: Zamz




















