Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Kendaraan Ramah Lingkungan Jalan di Tempat, Trenggalek Masih Didominasi Motor BBM

Minat kendaraan listrik di Trenggalek masih rendah. Hingga akhir 2025, Samsat belum mencatat satu pun pendaftaran mobil listrik.

Poin Penting

  • Mobil listrik belum terdaftar di Samsat Trenggalek sepanjang 2025
  • Motor listrik hanya tercatat dua hingga tiga unit dalam tiga bulan terakhir
  • Kendaraan konvensional masih mendominasi pendaftaran baru

KBRT - Upaya mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Kabupaten Trenggalek tampaknya masih menemui jalan terjal. Sepanjang tahun 2025, Samsat Trenggalek belum mencatat satu pun pendaftaran kendaraan listrik roda empat, sementara minat terhadap motor listrik juga masih sangat terbatas.

Data tersebut dihimpun melalui Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Trenggalek. Dalam kurun tiga bulan terakhir, jumlah kendaraan listrik roda dua yang terdaftar hanya berkisar dua hingga tiga unit.

Kanit Regident Samsat Trenggalek, Iptu Calvin Samosir, menyebutkan bahwa berdasarkan rekapitulasi data sepanjang 2025, pendaftaran mobil listrik masih nihil.

“Untuk kendaraan listrik roda dua, selama tiga bulan terakhir hanya tercatat dua hingga tiga unit,” kata Iptu Calvin.

Di sisi lain, Calvin menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah kendaraan di Trenggalek secara umum relatif stabil. Sepanjang 2025, Samsat mencatat rata-rata sekitar 700 kendaraan baru terdaftar setiap bulan, atau hanya selisih 50 hingga 100 unit dibandingkan capaian tahun 2024.

Namun, pasar kendaraan di Trenggalek masih didominasi kendaraan konvensional, terutama sepeda motor berbahan bakar minyak.

ADVERTISEMENT

“Roda dua masih mendominasi sekitar 70 persen, sedangkan roda empat hanya sekitar 30 persen,” ujarnya.

Dalam satu bulan, pendaftaran sepeda motor konvensional mencapai 550 hingga 600 unit, sementara mobil konvensional berkisar 50 hingga 100 unit.

Meski tidak diuraikan secara rinci, nihilnya pendaftaran mobil listrik mencerminkan tantangan penerapan kendaraan ramah lingkungan di tingkat daerah. 

Faktor harga kendaraan, keterbatasan infrastruktur pengisian daya, serta daya beli masyarakat diduga masih menjadi penghambat utama.

“Sesuai data yang masuk, masyarakat Trenggalek masih memilih kendaraan konvensional,” ujar dia. 

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz