TRENGGALEK - Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Trenggalek mulai ngebut. Setelah sempat terkendala kondisi lahan bekas sawah, kini pengerjaan dikejar siang malam demi memenuhi target rampung pada 20 Juni 2026.
Project Manager Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Muhammad Fajri Ramadhan, mengatakan progres pembangunan per 7 Mei 2026 sudah mencapai 46,20 persen.
Meski masih menyisakan hampir separuh pekerjaan, pihak kontraktor optimistis target yang diminta pemerintah pusat bisa tercapai tepat waktu.
“Posisi kami tanggal 7 Mei 2026 kemarin sudah 46,20 persen, jadi memang masih menyisakan kurang lebih 50 persen lagi kami optimis bisa selesai 20 Juni 2026,” ujar Fajri.
Untuk mengejar target tersebut, jumlah pekerja di lokasi proyek terus ditambah. Saat ini ada sekitar 689 pekerja yang terlibat dan jumlah itu diperkirakan bakal naik hingga 1.000 orang.
Tak cuma menambah tenaga kerja, pengerjaan proyek juga bakal dibagi menjadi dua shift agar progres lebih cepat.
“Ini tetap kami optimalkan sekarang sudah ada 689 orang pekerja, mungkin nanti akan sampai 1.000 orang dan akan kami bagi 2 shift kerja,” katanya.
Fajri menjelaskan, proyek Sekolah Rakyat Trenggalek sebenarnya memiliki masa kontrak hingga 15 Agustus 2026. Namun, pemerintah meminta percepatan penyelesaian.
“Untuk mulai kontrak kami di 15 Desember 2025, endingnya kontraktual 15 Agustus 2026 kemarin diminta kecepatan 20 Juni 2026,” jelasnya.
Sekolah Rakyat Trenggalek dibangun di atas lahan seluas sekitar 5,8 hektare dari total dokumen lahan 6,1 hektare. Kompleks pendidikan itu nantinya mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA lengkap dengan fasilitas asrama.
Untuk jenjang SD akan tersedia empat gedung asrama, sementara SMP dan SMA masing-masing memiliki dua gedung asrama.
Tak hanya itu, fasilitas pendidikan juga dibuat cukup lengkap. Mulai dari ruang belajar hingga laboratorium untuk tiap jenjang pendidikan.
“Untuk gedung sekolah sendiri ada kurang lebih 36 rombongan belajar, masing-masing rombel itu kurang lebih 30 siswa jadi total sekolah rakyat trenggalek ini bisa menampung 1080 siswa,” ungkap Fajri.
Menurutnya, saat ini pekerjaan struktur bangunan hampir selesai. Fokus utama pengerjaan kini berada di sektor arsitektur bangunan yang masih membutuhkan percepatan.
Ia juga mengakui proyek ini sempat tertinggal dibanding daerah lain karena kondisi lahan bekas persawahan yang membutuhkan timbunan besar.
“Kemarin soal lahan karena bekas sawah sempat menjadi kendala telat start daripada lokasi lain, karena timbunannya sendiri sangat besar, kurang lebih 100 ribu kubik,” katanya.
Fajri menyebut pengerjaan baru benar-benar berjalan masif setelah libur Lebaran 2026.
Dari sisi anggaran, pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek masuk dalam paket pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 4 dengan total nilai Rp1,2 triliun. Khusus proyek di Trenggalek, nilai anggarannya mencapai sekitar Rp225 miliar.
Menariknya, proyek ini juga melibatkan tenaga kerja lokal. Sekitar 100 pekerja berasal dari warga sekitar, termasuk beberapa staf proyek.
“Tenaga lokal 100 orang kurang lebih, di stafnya juga orang lokal,” ujarya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















