Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Dari Garasi Sempit di Trenggalek, Kandang Ayam “Jago Anom” Malah Diburu Penghobi hingga Jakarta

Usaha kandang ayam milik Iwan Pebrilian asal Trenggalek kebanjiran pesanan hingga luar provinsi berkat desain unik dan kualitas kayu premium.

Poin Penting

  • Kandang ayam “Jago Anom” asal Trenggalek dipesan hingga Jakarta
  • Pembeli rela antre berbulan-bulan demi kandang premium buatan Iwan
  • Usaha rumahan ini dirintis dari nol sejak 2015 di Kecamatan Durenan

DURENAN, TRENGGALEK - Di tengah menjamurnya usaha kuliner dan bisnis online, seorang pemuda di Trenggalek justru sukses menekuni usaha yang terdengar tak biasa: membuat kandang ayam Bangkok premium.

Namanya Iwan Pebrilian. Dari halaman rumahnya yang sederhana, pria 34 tahun itu kini rutin mengirim kandang ayam ke berbagai kota di Jawa Timur hingga Jakarta.

Menariknya, pelanggan kandang buatannya bukan cuma penghobi ayam rumahan. Banyak peternak skala besar rela antre berbulan-bulan demi mendapatkan kandang produksi merek “Jago Anom”.

“Untuk permintaan alhamdulillah setiap tahun tidak mengenal musim. Bahkan setiap bulan, setiap minggu kandang saya proses jadi. Saya kirim hampir setiap minggu,” ujar Iwan saat ditemui di rumah produksinya.

Iwan bercerita, usaha tersebut dirintis sejak 2015. Sebelum serius membuat kandang ayam, ia sempat menjalani berbagai pekerjaan serabutan hingga mencoba usaha ikan cupang.

Namun saat tren cupang mulai meredup, ia banting setir ke usaha kandang ayam Bangkok. Di luar dugaan, pesanan justru terus berdatangan.

Konsumen bisa memesan kandang sesuai kebutuhan, mulai ukuran kecil hingga model jumbo dengan banyak pintu atau “plong” dalam istilah penghobi ayam.

“Yang di belakang ini 6 plong sudah komplit sama gordennya. Kalau model seperti ini maksimalnya satu minggu jadi,” jelasnya.

Harga kandang yang diproduksi juga bervariasi, tergantung model dan spesifikasi pesanan pelanggan. Untuk ukuran standar, harga per pintu dibanderol mulai Rp350 ribu hingga Rp700 ribu.

Meski terlihat sederhana, proses produksi kandang ini ternyata cukup detail. Iwan mengaku sangat selektif memilih bahan baku demi menjaga kualitas dan daya tahan produknya.

Ia menggunakan kayu mahoni tua yang dinilai lebih kuat sekaligus memberi tampilan estetik pada kandang.

Bahkan menurutnya, model kandang yang ia buat sempat menjadi tren dan mulai banyak ditiru perajin lain.

ADVERTISEMENT

“Ya ada yang bilang, modelnya mas ini saya contoh. Ada yang sama sekali tidak bilang. Tidak apa-apa sih, kalau memang itu rezekinya melalui itu. Semua sudah ada yang mengatur,” paparnya.

Tingginya pesanan membuat antrean pembeli cukup panjang. Dalam kondisi tertentu, pelanggan harus menunggu hingga lima sampai enam bulan karena keterbatasan tempat produksi dan pasokan bahan baku.

“Kalau yang pesan di sini biasanya pesanan itu lima bulan sampai enam bulan bisa molor. Karena terkadang ada keterlambatan bahan baku dan tempat merakit juga minim,” katanya.

Dalam proses produksi sehari-hari, Iwan kini dibantu dua pekerja berpengalaman. Ia juga mulai menyiapkan rencana ekspansi usaha agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus naik.

Nama “Jago Anom” yang dipakai sebagai merek dagang pun punya cerita tersendiri. Kata “Jago” diambil dari usaha kandang ayam jago, sedangkan “Anom” berasal dari nama desanya, Karanganom, Kecamatan Durenan.

“Kan nama desa saya adalah Karanganom, Durenan. Saya ambil Anom, sehingga kandang saya berikan nama Jago Anom. Alhamdulillah nama itu sudah banyak yang tahu,” ujar Iwan sambil tersenyum.

Kini pasar kandang ayam buatannya sudah menjangkau Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kediri, Blitar hingga Jakarta. Khusus pengiriman luar provinsi, ia biasanya menerima pesanan minimal 30 pintu agar pengiriman lebih efisien.

Ke depan, Iwan ingin menambah tenaga kerja agar proses produksi bisa lebih cepat dan antrean pelanggan tidak terlalu panjang.

“Insyaallah saya akan tambah sumber daya manusianya untuk proses produksi kandang, iya untuk memenuhi konsumen,” ungkapnya.

Di akhir obrolan, Iwan juga membagikan pesan sederhana untuk anak muda yang sedang merintis usaha.

“Pesan kepada pengusaha muda yang baru merintis, yang penting semangat, ditekuni terlebih dahulu. Saya juga masih belajar,” tuturnya.

Kabar Trenggalek - Ekonomi

Editor: Zamz